Festival Indonesia Moskow 2018

54
Gubernur, saat menerima Duta Besar RI untuk Rusia Wahid Supriyadi, diruang kerjanya, Senin (16/10 ) Renon, Denpasar.

Tawarkan Potensi Ekspor Bahan Makanan Asal Bali ke Rusia Sebesar 13.5 Miliar USD
Volume perdagangan Indonesia dengan Rusia tahun ini meningkat sebesar 33 persen. Selain itu kunjungan wisatawan Rusia juga meningkat sebesar 52 persen, menyusul tekah dilaksanakannya Festival Indonesia di Moskow tahun lalu 2016, dan Agustus 2017 lalu kembali Kedutaan Besar RI di Rusia menggelar Festival Indonesia di Moskow, tak kalah sukses dengan tahun sebelumnya.
Duta Besar RI untuk Rusia M. Wahid Supriyadi menjelaskan hal itu saat menemui Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Ruang Kerjanya, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (16/10), “ Tahun depan kita akan pindah lokasi, karena banyak peserta yang belum terakomodasi,” kata Supriyadi.
Festival Indonesia Moskow tahun 2018 akan dilaksanakan di lahan seluas 18 hektar dengan target pengunjung 120 ribu orang, “ Bali masih menjadi magnet utama bagi wisatawan Rusia datang ke Indonesia. Sayangnya rencana penerbangan langsung Garuda Indonesia direncanakan Agustus tahun ini, belum terealisasi, “ jelas Supriyadi.
Padahal menurutnya potensi peningkatan kunjungan lebih besar mengingat kondisi stabilitas di beberapa negara biasanya menjadi kunjungan turis Rusia situasinya, tidak terlalu baik.Salah satu potensi yang dinilainya bisa dimanfaatkan pengusaha lokal adalah permintaan kopi yang tinggi di Rusia, “ Ngopi bagian dari lifestyle di sana,” imbuhnya.
Hal ini disambut baik Gubernur Pastika, apalagi kopi Bali juga cukup terkenal di dunia,” Saya berharap pengusaha di Bali memanfaatkan momentum Festival tahin 2018 nanti, untuk mempromosikan produk unggulan,. Pemrov. Bali siap membantu memberikan materi promosi seperti film, brosur, leaflet dsb, “ kata Mangku Pastika.
Ia mengatakan, Bali punya banyak bahan promosi berupa film seperti yang dibuat oleh Bappeda, Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Biro Humas dan Protokol, “ Untuk kondisi pariwisata dengan adanya bencana Gunung Agung, saya pastikan wisatawan Rusia masih bisa datang ke Bali dan menikmati banyak destinasi wisata di sini, “ imbuh Gubernur.
Dalam Kesempatan itu, sempat dibahas persoalan pembangunan dan pendidikan di Bali. Dubes RI Wahid Supriyadi untuk Rusia mengaku, sudah mendengar tentang keberadaan SMA/SMK Bali Mandara yang menerima siswa miskin di Bali.
Sayangnya karena keterbatasan waktu, Supriyadi belum bisa menyempatkan diri melihat langsung sekolah unggulan Pemprov Bali berlokasi di Kec. Kubutambahan, Buleleng tersebut. Ia berharap dilain waktu,bisa berkunjung ke Bali Utara sekaligus bertatap muka dengan siswa/siswi SMA/SMK Bali Mandara. “Jadi lain kali saya datang ke Bali, sudah ada tempat yang akan saya kunjungi,” ujarnya.

Rusia Berpotensi Besar Bidang Pangan
Usai bertemu Gubernur Bali, Duta Besar Wahid , juga menyempatkan diri bertemu dengan Kpw.BI Prov. Bali Causa Iman Karana, untuk berdiskusi Festival di Rusia tahun 2018 nanti, Karena, potensi market Rusia sangat besar, yakni 13,5 miliar USD produk makanan dan buah-buahan yang diimpor dari Uni Eropa.Namun setelah Amerika dan Uni Eropa memberikan sanksi kepada Rusia, ekspor produk dan makanan pun terhenti ini peluang bagi Bali dan wilayah Indonesia lainnya untuk mengirim produk.
Menurut Wahid, di Rusia itu, kalau sudah musim dingin Desember – Januari minus 30 derajat, salju bisa 1 meter, semua bahan makanan terutama buah buahan impor, maka tidak bisa bertani buah-buahan, “ yang paling potensial di ekpsor adalah bahan makanan,khususnya Blai buah Trofical fruit harganya bisa mahal, seperri rambutan, Mangga, manggis,harganya berlipat, “ 1 biji mannga bisa sampai Rp. 200 ribu,Manggis Rp48 ribu, Sayangnya, pengiriman buah harus pakai Cargo,kami masih bicarakan dengan Garuda,biar terbang langsung ke Rusia, seperti Thailand dan Vietnam ” jelas Supriyadi
Supriyadi menjelaskan,area Festival tahun 2018 seluas 16 Ha,ditargetkan 120 ribu audiens, “ Tahun lalu sebanyak 91.600 lebih, meningkat dari 2016,sebanyak 68 ribu dan Agustus lalu semua produk dari Bali ludes, termasuk kopi Bali dalam 1,5 jam sudah habis. Furniture asal Bali pun, sangat diminati,” jelasnya, seraya berharap pengusaha Bali, berkontribusi lebih besar .

Harapannnya ke depan, even ini, adanya peningkatan bidang perdagangan, pariwisata, dan investasi, “ Penerbangan salah satu kendala, harus direct flight, sebab buah tropis harus dengan air cargo, gak mungkin lewat laut,” katanya. Data di BI nilai ekspor Bali ke Rusia tercatat sebesar 1,7 juta dolar 2015, turun 45 persen di tahun 2016 ke level 924 ribu dolar.
Periode Januari-Agustus 2017, nilai ekspor tercatat sebesar 726.417 dolar naik 5,1 persen,disbanding periode Januari-Agustus2016.Sedangkan share ekspor Bali ke Rusia terhadap total Ekspor Balidi tahun 2015 hanya sebesar 0,34 persen, sementara pada tahun 2016 turun menjadi 0,19 persen.Tahun 2017 (hingga akhir Agustus) naik menjadi 0,21 persen.
Terdapat 5 komoditas ekspor utama Bali terhadap Rusia, yaitu hasil produksi kayu mencapai 657 ribu dolar pada 2015 (39 persen), lalu turun menjadi 445 ribu dolar (share naik menjadi 48 persen), kemudian hingga Agustus 2017 tercatat senilai 376 juta dolar (share naik menjadi 51,8 persen),ikan & olahannya, Pakaian & kain Funitur Kemudian besi siku (metal nesting)
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana, mendukung hal ini, “ Salah satu fungsi kami (BI), selain peredaran dan uang sistem pembayaran, BI juga ada namanya pengembangan ekonomi daerah, dan membuka diversifikasi pasar, bukan ke Amerika, Jepang, dan Australia saja. Tetapi Negara potensial seperti Rusia,” kata Iman. ( Nani )