Festival Imlek Wonderful Indonesia 2017

533

Ratusan wisatawan dari Negara Tiongkok menghadiri acara ini tampak sangat antusias menyaksikan festival seni budaya Bali dan Tionghoa yang bertajuk “Berkumpul Bersama Menyambut Tahun Baru Imlek di Bali”. Dimana, Tarian Lambang Sari menjadi pembuka dalam Festival Imlek Wonderful Indonesia 2017 yang berlangsung meriah di ballroom Harris Hotel Kuta Bali. Sabtu, 28 Januari 2017.

Tidak ketinggalan juga ikut memeriahkan festival yang penuh kegembiraan dan kemeriahan tersebut dua Barongsai diiringi tetabuhan gambelan menari dengan atraktif serta lincah.

Dra. Ni Wayan Giri Adnyani, M.Sc., Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara(DNP3M) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang membuka festival ini mengungkapan bahwa partisipasi pelaku pariwisata di Bali sangat aktif melakukan branding dan juga pameran wisata di luar negeri.

“Kebetulan saya baru pulang dari pameran Fitur 2017 di Madrid, dominasi untuk pasar Spanyol memang Bali,” kata Giri.

Untuk wisatawan asal Tiongkok yang datang ke Bali, diungkapkan Ibu asal Cau Blayu Tabanan Bali, tahun ini menempati posisi ke dua terbesar yang mencapai satu juta touris.

Dalam hal menjaga kuantitas kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia khususnya Bali, dijelaskannya, langkah awal yang harus dilakukan yakni menjaga kualitas dari pariwisata itu sendiri, begitu juga dengan carrying capacity atau jumlah yang telah ditentukan.

“Memang Bali mempunyai segalanya, tetapi harus tetap memperlihatkan exposed city sehingga pembangunan pariwisata berkelanjutan bisa kita lakukan,” jelasnya.

Kedepan pihaknya optimis, target yang ditetapkan oleh Joko Widodo Presiden Republik Indonesia, yakni tahun 2019 kunjungan wisatawan mancanegara meningkat menjadi sebanyak 20 juta bisa tercapai.pungkasnya

Sebelumnya Mr. Dong Zhe Wakil Konjen Tiongkok untuk Bali, NTB dan NTT dalam sambutannya menyampaikan bahwa hari ini adalah hari pertama Konjen China merayakan Imlek Shio Ayam api di Bali.

“ tahun baru Imlek sangat penting bagi masyarakat Tiongkok sebagai hari berkumpul serta bercengkrama dengan keluarga”, Kata

Festival budaya antara Bali dan Tiongkok sangat baik untuk mempererat kebudayaan serta persahabatan kedua negara. Saat ini, Kementerian Pariwisata juga sangat gencar mengadakan promosi pariwisata di Tiongkok dan menambah budget  untuk melakukan hal tersebut.

“Menteri Pariwisata telah berulang kali berkunjung ke Tiongkok untuk menciptakan iklim yang baik mengajak touris Tiongkok berkunjung ke Indonesia,” kata Wakil Konjen.

Lebih lanjut dikatakan Dong Zhe, wisatawan asal negerinya ini terus meningkat. Ditahun 2016 lalu, tercatat satu juta wisatawan dari negara tirai bambu telah datang ke Bali.

Sementara Asnawi Bahar Ketua Asita Pusat menyampaikannya, festival untuk wisatawan asal Tiongkok yang berlibur ke Bali diharapkan dapat mengurangi rasa kerinduan terhadap negaranya.

“Dengan perayaan Imlek ini, saya berharap dapat meningkatkan kunjungan wisman asal Tiongkok ke Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya,” ujar Asnawi.

Pihaknya berharap kepada Konjen Tiongkok untuk segera membantu dengan menandatangai MoU tentang pariwisata khususnya kerjasama dengan Asita.Alit