DPD RI Inisiasi Pertemuan Ekonomi Antara Daerah dan Luar Negeri

4

Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang mengatakan, peningkatan pembangunan di dalam negeri harus diimbangi dengan membangun industri di tanah air. Yang terjadi selama ini, menurutnya, Indonesia mengekspor material sepeti batu bara ke luar negeri.

“Tapi kita sendiri disini kekurangan listrik. Ini yang harus kita combined dengan partner asing,” jelas Oesman pada kegiatan Regional Diplomatic Meeting (RDM) 2018 di Hotel The Stones, Kuta, Bali, Sabtu (8/12/2018).

Dengan begitu, kata Oesman, ada edit value yakni menjual keluar lebih mahal dibandingkan hanya ekspor bahan mentah. Dengan mempertemukan negara luar dengan pemerintah daerah, tujuan untuk mencapai kualitas penjualan potensi daerah lebih mudah terjadi.

“Pemerintah telah melakukan itu, tapi kita (DPD) upayakan agar ada pertemuan one to one sehingga akan mudah mencapai tujuan,” jelas Oesman.

Dijelaskan lagi, peningkatan pembangunan saat ini dimulai dari kawasan pinggiran. Dengan begitu, menurutnya, ada titik tekan pada kemampuan karakter sumberdaya yang khas dari daerah.

Menurutnya, pemerintah daerah dan pusat harus membangun hubungan harmonis sebagai cerminan kesamaan visi dan misi. Selain itu, percepatan pembangunan daerah perlu ada jalinan hubungan kemitraan yang luas dari berbagai negara.

“Melalui forum ini kami mengajak para duta besar untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan ekonomi di Indonesia,” ujarnya demikian.

Oesman Sapta menambahkan, Dewan Pimpinan Daerah berfokus agar otonomi daerah dan desentralisasi dapat meningkatkan pertumbuhan yang berkualitas melalui pemerataan hasil pembangunan ke daerah. Termasuk dalam mengatasi disparitas sosial ekonomi. (*)