Diviralkan Presiden Jokowi Saat HUT RI Ke 72

81

Kopi Mangani Kintamani Malah Telantarkan Lahan Beralih Menanam Sayur dan Jeruk Keberadaan Pabrik Pengolahan Kopi Arabika di Mengani, Kintamani menyita perhatian publik karena diviralkan Presiden RI Joko Widodo melalui media sosial.
Rombongan media diterima langsung Hendarto Setyobudi, pengeloladan barista yang meracik kopi di Istana Negara saat peringatan HUT Proklamasi RI ke-72, Agustus lalu.
Hendarto yang baru 2 tahun mengelola kopi Mangani,mengaku bangga karena diundang ke istana menyajikan kopi bagi tamu negara.Kesempatan itu dimanfaatkannya untuk memperkenalkan kopi asli Kintamani.”Sambutan Bapak Presiden dan Ibu Negara Iriana sangat luarbiasa dan beliau sangat suka,” tuturnya, kepada puluhan wartawan dari berbagai media nasional dan daerah, yang khusus berkunjung ke Pabrik Kopi Mangani,Kintamani Selasa lalu.
Namun, kebanggaannya berubah menjadi sebuah keprihatinan atas kondisi perkebunan kopi saat ini.Tahun ini, ujar Hendarto, sebagian besar petani kopi mengalami gagal panen.”Karena faktor cuaca, bahkan kami mengalami gagal panen hingga 60 persen,” ujarnya. Selain gagal panen, produksi kopi makin terseok karena makin menyusutnya lahan tanaman kopi.
Tahun 1992, luas kebun kopi di Bali mencapai 9.000 hektare.”Tahun ini saya perkirakan hanya tersisi 3.500 hingga 4.000 hektare,” terangnya.Makin berkurangnya areal tanam kopi, yang selama puluhan tahun menjadi kebanggaan dan harapan petani.disebabkan banyaknya lahan beralih fungis dengan menanam sayur, bunga dan terjun kedunia pariwisata.
“Halbisadimaklumi ,danrealistiskarenapasarmenuntut kopi kualitastinggidenganhargamurah. Jadi pihak petani sangat dirugikan,” ucapnya.Sedangkan kebutuhan sayur, serta jeruk dan tanaman lainnya, sangat menjajiknan untuk konsumsi pariwisata.
Menyikapi kondisi ini, sebagai pencinta kopi Hendarto, yang memiliki beberapa Café Koi di Jakarta, serta Bali, terus berupaya menggugah minat petani untuk kembali menanam kopi.
Tahun ini, kami menyiapkan 500 ribu bibit kopi untuk disebarkan kepada petani sekitar,“ Dalam kondisi ini,campur tangan pemerintah sangat dibutuhkan untuk membangkitkan kembali sektor perkebunan kopi di Bali,khusus kawasan Kintamani, saya harapkan pemerintah mengatur zona tanam, “ jelas Hendarto, yang sempat membawa 200 kg Kopi Mangani ke Istana Negara untuk disuguhkan kepada tamu Negara selama 2 hari, saat Perayaan HUT RI Agustus lalu. ( Nani )