Dikelola Warga Desa Adat Objek Wisata Swafoto Wanagiri Makin Diminti Wisatawan

51
Objek wisata Danau Buyan dan Tamblingan, yang berada dibawah dataran tinggi Desa Wanasari, Kab. Buleleng Bali, dilengkapi fasilitas Swafoto,yang menjadi trend, dikelola Banjar/ Desa adat mampu menggerakan ekonomi rakyat

Swafoto di berbagai objek wisata yang menarik dan unik, saat ini sudah menjadi trend.Hal ini berdampak positif bagi destinasi wisata untuk terus mengembangkan sebagai destinasi baru bakal terus dibanjiri wisatawan.Seperti, yang dilakukan warga Banjar/desa adat Wanagiri,Sukasada, Kab.Buleleng.
Kawasan Puncak Wanagiri,yang lokasinya hanya beberapa Kilometer dari Danau Buan dan Tamblingan berbatasan dengan kawasan wisata Bedugul, Kab.Tabanan, sekarang menjadi sangat terkenal, karena kejelian warga setempat melihat peluang keindahan objek wisata Danau Buyan dan Tamblingan, yang posisinya persis dibawah jalan puncak Wanagiri, yang setiap harinya dilewati wisatawan dalam dan luar negeri menuju Kab. Buleleng atau sebaliknya.
Ke indahan Danau Buyan dan Tamblingan, yang menjadi kawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA ) ini sangat dijaga kelestariannya terutama hutan lindung yang mengeliling danau.Namun beberapa bulan belakangan ini menjadi perhatian serius dari pemerintah, karena munculnya fasilitas ber Swafoto, seperti berfoto di Sarang Burung, Ayunan, Kursi Kerajaan dan lainya,yang sangat diminati wisatawan ber Swafoto dengan background danau, pohon, Gunung dan alam.
Keberadaan fasilita swafoto di desa Wanagiri mulai dilirik warga setempat dua tahun lalu.Dikawasan ini, sebanyak 18 objek swafoto beroperasi yang dikelola perorangan dan kelompok warga.Setiap hari rata rata penghasilan mereka puluhan juta dengan tariff Rp 15.000 dan anak anak Rp.5000.Akibatnya menimbulkan persaingan dan perebutan lahan swafoto, mulai mengkhawatirkan atas jaminan keselamatan wisatawan ber swafoto, juga kelestarian lingkungan alam.
Meski fasilitas swafoto disiapkan sarana pengamanan dengan memasang jaring, namun belum memenuhi standar.Untuk itu itulah Pemrov.Bali melalui Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali mengajak puluhan awak media cetak dan elektronik meninjau langsung keberadaan lokasi swafoto (selfie) di Puncak Wanagiri, Sukasada, Buleleng, Rabu (15/11).
Kepala Dusun/ Kelian Banjar Asah Panji Ketut Suwena menjelaskan, saat ini ada delapan lokasi swafoto di dataran tinggi dengan panorama Danau Buyan dan Danau Tamblingan.
Berdasarkan arahan dari BKSDA hanya diijinkan empat lokasi swafoto dari delapan lokasi swafoto yang ada saat ini.isesuikan dengan banyaknya jumlah Banjar adat di Desa Wanagiri. BKSDA minta agar lokasi swafoto dikelola oleh desa adat. “Jika swafoto sudah dikelola desa adat maka akan lebih tertata dan terpantau, baik dari segi perijinan maupun keamanannya.
“ Untuk saat ini sudah ada satu lokasi swafoto dikelola Banjar adat dan sudah dilaporkan ke BKSDA,“tuturnya.
Diijinkannya empat lokasi swafoto oleh BKSDA bertujuan mencegah menjamurnya lokasi swafoto hingga tak terkontrol dikawatirkan akan mengabaikan aspek keselamatan dan pelestarian lingkungan.
“ Saat ini lokasi swafoto yang ada secara rutin dilakukan pemeriksaan terhadap bangunan serta ketersediaan faktor penunjang keselamatan pengunjung, “ jelasnya, menambahkan, bambu- bambu yang digunakan untuk bangunan periksa secara rutin, pemasangan jaring untuk keselamatan juga wajib, dipasang.
Dinas Pariwisata Prov.Bali Kepala Bidang Destinasi Wisata IB Adi Laksana mengatakan,keberadaan objek wisata swafoto di kawasan Puncak Wanagiri sudah memberi warna baru bagi destinasi wisata di Bali. Terlebih objek wisata ini bisa membantu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
Namun kedepannya penataan serta pengelolaan objek wisata ini perlu dilakukan terlebih objek ini terletak di kawasan hutan lindung. Untuk itu pihaknya meminta agar dilakukan komunikasi dan koordinasi baik dengan pihak BKSDA maupun Pemkab Buleleng terkait penataan dan pengelolaannya sehingga keberadaanya bisa menjadi destinasi wisata berkelanjutan. ( Nani )