Denpasar Raih The Best Cities For Business Versi Majalah Swa

1536

Denpasar Raih The Best Cities For Business Versi Majalah SWA 

Denpasar Raih The Best Cities For Business Versi Majalah SWA

Satu lagi prestasi nasional berhasil diraih oleh Kota Denpasar, yakni sebagai Best Cities For Business 2015 yang diadakan oleh Majalah SWA. Versi Majalah SWA, Denpasar dinilai merupakan salah satu kota terbaik untuk berbisnis dan berinvestasi di Indonesia. Bahkan yang agak mengejutkan kota yang baru berdiri secara resmi pada tahun 1992 ini mampu menggusur kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, Yogyakarta dan Batam.

Kota Denpasar yang memiliki luas 127,78 Km2 atau 2,27 % dari total wilayah Provinsi Bali, Denpasar yang tidak memiliki sumber daya alam mampu memikat investasi kalangan pebisnis di Indonesia dan saat ini telah menjadi kota probisnis yang kreatif dan tidak meninggalkan kearifan lokal serta  masuk dalam urutan pertama dari 15 Kota di Indonesia pilihan pengusaha Nasional.

Survei Best Cities for Business 2015 yang dilansir Majalah SWA dengan metode pengambilan sampel secara purposive Kota Denpasar menduduki peringkat pertama dari 15 kota besar di Indonesia yang di survei dengan nilai index 77,70.  Survei ini meliputi ketersediaan infrastruktur, dukungan pemerintah daerah, perizinan, lahan, pajak daerah, tenaga kerja, keamanan berbisnis, dan pelayanan terpadu yang mencakup kemudahan dan kecepatan layanan. Tak semua kota bisnis terbaik dibangun berlandaskan potensi sumber daya alam berlimpah.

Dengan mengoptimalkan potensi daerah yang ada plus modal kreativitas, Pemkot Denpasar telah berhasil mewujudkan mimpi membangun kota bisnis berbasis potensi dan kreativitas warganya. Seperti pada penerapan konsep ekonomi kreatif bagaimana membangun creativ city membawa sebuah kota yang tidak memiliki nilai mampu memberikan nilai kepada warganya.  Kebangkitan komunitas perajin endek yang nyaris gulung tikar, yang dimulai Pemkot Denpasar pada kurun waktu lima tahun terakhir dengan memetakan masalah yang dilanjutkan dengan meningkatkan kualitas, desain, kemasan dan pemasaran termasuk mengadakan mesin tenun.

Kini endek bangkit dari tidur panjang dan sudah menjadi trend mode menyasar dari kalangan tua, muda dan dewasa. Denpasar Festival menjadi puncak ruang kreatif masyarakat sejak tahun 2009 juga telah menjadi kesuksesan kebangkitan endek. Dari tahun ketahun, event Denpasar Festival yang digelar setiap akhir tahun pada Bulan Desember telah sukses mencetak nilai transaksi serta menjadi ajang pesta rakyat telah sukses membangkitkan kembali kuliner tradisional yang sempat terlupakan.

Pembinaan terhadap wirausaha muda pemula Denpasar tak dilupakan Pemkot Denpasar yang telah mampu mencetak dari tahun 2010 hingga 2014 sebanyak 74 wirausaha muda. Dengan membuka akses seluas-luasnya untuk permodalan, pembinaan, manajeman, pemasaran dan fasilitas-fasilitas lain hingga mengirim wirausaha muda yang memiliki potensi, semangat serta dedikasi ke Rumah Perubahan Rhenal Kasali School For Enterpreneurship. Dari langkah ini telah mampu menghantarkan Denpasar mencapai Indeks Pembangunan Manusia 79,41 yang merupakan IPM tertinggi di Bali. Dari apa yang telah dilakukan Pemkot Denpasar yang memiliki keyakinan peningkatan ekonomi kota ini dengan menggerakan masyarakatnya di bidang wirausaha dengan menggabungkan seluruh sumber daya usaha yang dibutuhkan seperti modal, manajemen, dan SDM, serta strategi bisnis yang mentransformasikannya menjadi produk baru dan inovatif. IKAWDenpasar Raih The Best Cities For Business Versi Majalah SWA