Cooperation Between Bali & Hungary In Innovative Technologies and Start-Ups

12

Pada tanggal 18 Desember 2018, Kedutaan Besar Hongaria menyelenggarakan forum bisnis dan seminar berjudul “Kerjasama antara Bali dan Hongaria dalam Teknologi Inovatif dan Start-us” di Prime Plaza Hotel di Sanur. Tujuan utama acara ini adalah untuk mengakui kerjasama rekanan yang telah ada antara Hongaria dan Bali dan untuk menemukan dan mengidentifikasi bidang-bidang baru untuk kerjasama lebih lanjut. Acara ini dihadiri oleh beberapa perwakilan dari pemerintah Bali dan Badung, begitu juga oleh para ahli dan pelaku bisnis baik dari Hongaria maupun Indonesia.
Setelah pidato pembukaan singkat oleh Bapak I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, Konsul Kehormatan Hongaria di Denpasar dan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Badung, acara dilanjutkan dengan pidato pembukaan oleh H.E. Judit Pach, Duta Besar Hongaria untuk Republik Indonesia. Duta Besar mencatat bahwa Pemerintah Hongaria amat mendukung penelitian, proyek-proyek pengembangan dan inovasi (RD&I), dan Hongaria menghabiskan 1,5% dari GDP untuk inovasi. Sebagai hasilnya, perusahaan-perusahaan start-ups Hongaria memiliki performa yang luar biasa menonjol di seluruh dunia dan negara tersebut menjadi pusat start-up dan inovasi Eropa Tengah. Berbicara tentang Indonesia, Duta Besar menggarisbawahi bahwa di masa mendatang, sebagai akibat dari pertumbuhan e-commerce yang dinamis dan startup yang bergairah, negara kepulauan ini dapat dengan mudah mengambil peran memimpin dalam hal ekonomi digital di Asia Tenggara. Dengan mempertimbangkan semua hal tersebut, amat jelas bahwa penguatan lebih lanjut lagi terhadap kerjasama antara Hongaria dan Indonesia di bidang start-ups, e-commerce, dan ekonomi digital, merupakan ide yang baik yang akan mendatangkan keuntungan bagi kedua belah pihak.

Penanda-tanganan MoU Kerjasama Bali & Hungaria disaksikan oleh Wakil Gubernur Bali

Dalam pidatonya, Wakil Gubernur Provinsi Bali, Bapak Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menggarisbawahi pentingnya diplomasi ekonomi. Saat ini Bali adalah salah satu destinasi turis teratas di dunia dengan potensi yang luar biasa, dan jika Bali ingin mempertahankan posisi yang memimpin ini, Bali perlu merangkul inovasi ICT dalam semua bidang, termasuk bidang pariwisata. Dalam hal ini, Hongaria dapat menjadi rekan yang amat bagus untuk Bali.
Setelah pidato-pidato pembukaan, hadirin berkesempatan untuk menyaksikan sejumlah presentasi oleh para ahli dari Hongaria. Mr. Ignac Siba dari INPUT Program Hongaria memberikan suatu pembahasan informatif tentang bagaimana mencapai keberhasilan pasar internasional dengan secara efektif mengadopsi teknologi start-ups. Program INPUT yang dimulai oleh pemerintah Hongaria ini memenangkan Penghargaan PBB berupa Penghargaan Praktek Terbaik 2018. Misinya adalah untuk memfasilitasi transformasi dan pertumbuhan ekosistem startup Hongaria dengan membantu membangun usaha-usaha baru dan berkelanjutan dan dengan mendukung perusahaan-perusahaan yang sudah ada untuk menciptakan dampak positif bagi dunia.

Mr. Adam Sebestyen, seorang ahli start-up, Co-Founder dan CEO bnbmates menyampaikan kepada hadirin bagaimana inovasi Hongaria dapat mendorong pariwisata di Bali. Bnbmates, perusahaan Hongaria adalah suatu platform online berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi berbagi (sharing economy). Platform ini telah aktif dan berhasil digunakan oleh penyelenggara-penyelenggara tur di Bali, hotel dan wisatawan, dan amat berkontribusi bagi perkembangan industri pariwisata pulau ini.
Setelah presentasi dari para ahli Hongaria, berlangsung upacara penandatanganan antara bnbmates dan beberapa rekan bisnis Bali. Di upacara penandatanganan tersebut, penyelenggara tur seperti Neptune Scuba Diving, Probali Tour dan Smailing Tour DMC dan hotel-hotel seperti Adi Dharma Hotel dan Cottages Legian Bali, Furama Villas & Spa Ubud, Hotel Zia Kuta dan MaxOne Hotel Seminyak, mengesahkan perjanjian kerjasama dengan start-up Hongaria ini.
Di akhir acara, berlangsung makan siang bersama jejaring bisnis di mana para peserta berkesempatan untuk berinteraksi satu sama lain dan bertukar pikiran. Dengan demikian para hadirin dapat berkesimpulan bahwa meskipun ada jarak geografis yang begitu jauh antara Hongaria dan Bali, ada potensi besar untuk kerjasama dan ada banyak kemungkinan untuk mengembangkan kerjasama rekanan antara 2 wilayah ini, terutama di bidang teknologi dan inovasi (BI-RA).