CHENG HO : “Laksamana Raja di Laut” dari China

3899

Dunia mengenal banyak Penjelajah Lautan yang sangat terkenal di masa lampau.Seperti Batolomesu Diaz,Vasco de Gama dan Columbus yang menjelajahi samudra dari benua eropa ke arah Timur sampai “ditemukan”nya Benua Amerika,Asia dan Australia.

Dunia sangat mengagumi kegagahan dan kegigihan mereka dalam mengarungi lautan ke antar benua dengan tujuan menemukan daerah-daerah2 Baru yang selanjutnya mereka jadikan daerah jajahan atau daerah kekuasaan untuk kepentingan ekonomi.

Namun sebenarnya ASIA memiliki seorang petualang,Penjelajajh lautan yang bukan bertujuan untuk menguasai daerah-daerah yag dituju,namun lebih banyak untuk tujuan “Silaturahmi “ atau tujuan persahabatan dan membangun kerjasama dibidang ekonomi.

Dia adalah CHENG HO Laksamana perdamaian dan Persahabatan dari negeri CHINA,yang telah melakukan perjalanan MUHIBAH ke negara-negara Asia selatan, Asia tengah, Timur Tengah bahkan sampai ke Benua Afrika.

Laksamana CHENG HO dengan armadanya yang rata-rata berjumlah 400 kapal perahu khas China,yang sudah barang tentu merupakan sebuah Armada yang sangat Besar di masa itu,melakukan pelayaran Muhibah dengan kapal Komando yang panjangnya sampai 125 m.

Pasti ini kapal yang sangat besar sa’at itu.Bahkan jauh lebih besar dari kapal yang di gunakan oleh Columbus.Dan kita bisa bayangkan kira2 betapa megahnya kapal komando yang dipimpin oleh Laksamana Cheng HO.

Siapakah sosok seorang CHENG HO ?

Si kecil Cheng Ho dilahirkan di sebuah desa JINNING COUNTY,di KUNMING provinsi YUNNAN

Pada tahun 1371 dari keluarga MUSLIM ( merupakan suku Minoritas di China).

Kakek dan Nenek nya adalah orang2 Muslim yang taat,bahkan menurut cerita sejarah,kedua kakek dan nenek nya ini telah melakukan perjalanan ibadah ke Arab ( naik Haji) dan sangat fasih berkomunikasi dalam bahasa Arab.

Nama lahir Cheng ho adalah MA HE.yang dalam pengertian China MA itu diartikan Muhamad.

Menginjak Dewasa,pemuda Cheng Ho di “tangkap”oleh Kaisar dan dibawa ke Nanjing,kemudian dijadikan pengawal Raja,dan merupakan kesayangan Raja dan Permaisuri. Dengan kecerdasan nya Cheng Ho menjadi seorang perwira Militer kekaisaran yang sangat di puji2 dan sangat di handalkan,Itulah yang menjadi alasan mengapa Kaisar memilih sosok seorang Cherng Ho untuk memimpin Delegasi perdamian dengan armada yang besar ke Negara2 tetangga ( Asia Selatan, Tengah,Timur Tengah sampai ke Africa),dengan tujuan menjalin hubungan “diplomatic” dan menjalin kerjasama perdagangan dan ber’Silaturahmi” dengan Negara dan penduduk di tempat 2 yang disinggahi.

Perjalan Muhibah Cheng Ho dilakukan antara tahun 1403 sampai tahun 1433.

Dan dalam perjalanan muhibah yang dilakukan sebanyak 7 kali dapat di catat bahwa Delegasi Cheng Ho singgah di Indonesia ( Nusantara) sebanyak 6 kali dengan menyinggahi daerah-daerah Jawa, Palembang,Sumatra dan bahkan konon sampai ke pulau Bali. Bukti-bukti sejarah adanya persinggahan Cheng Ho di Indonesia(Nusantara)sampai kini masih bisa dilihat berupa peninggalan2 sejarah seperti : Lonceng CAKRA DONYA yang merupakan Hadiah dari Delegasi China kepada Raja Aceh yang sekarang tersimpan di Museum Banda Aceh. Kemudian ada Piring Porcelein yang bertuliskan AYAT KURSI yang sekarang masih bisa dilihat di Kesultanan Cirebon ,yang merupakan hadiah dari China untuk Sultan Cirebon. Dan yang paling di kenal dan telah menjadi salah satu Object wisata di Semarang adalah Vihara Sam Po Kong di semarang.

Konon Laksamana Cheng Ho sempat singgah di Bandar Semarang karena ada awak kapal yang Sakit dan harus mendapatkan perawatan,sehingga kapal harus singgah.Dan bukti nyata adalah adanya ‘JANGKAR” salah satu kapal armada Chengho yang ADA DI SEKITAR Vihara dan adanya Makam salah satu Juru Mudi Laksamana Chengho yang dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan Ki Juru Mudi DAMPO AUNG..Juga adanya masjid Cheng Ho di Surabaya serta yang terakhir di Bali ,dari cerita seorang pelaku Pariwisata pasar China, pernah mengantarkan seorang wisatawan dari Beijing ( seorang Dosen Sejarah di salah satu Universitas di Beijing),yang datang ke Bali dan langsung minta di antar ke kota pupuan hanya untuk membuktikan keberadaan Pohon LE CHI,yang menurut si Wisatawan merupakan suatu bukti bahwa bagian dari delegasi Cheng Ho itu berpetualang sampai ke Bali dan menjelajah sampai ke kota Pupuan.Di Bali sendiri masyarakat sangat terkesan dengan komunitas yang biasa mereka sebut ‘CHINE PUPUAN yang sangat pandai berdagang.

Apa kaitannya dengan Pariwisata Indonesia ?

Dalam sambutan Presiden Tiongkok XIN JINPING pada saat pertemuan bilateral dengan Indonesia pada KTT ASEAN ke 25 tanggal 12-13 November,beliau berkata : “Ada suatu pepatah Indonesia berbunyi Jauh di mata Dekat di Hati. Tiongkok dan Indonesia terpisah oleh samudra,tetapi gelombang laut tak henti menghalangi pertukaran kita.Dari pelayaran LAKSAMANA CHENG HO sampai KONFRENSI ASIA AFRIKA,kedua negaraq kita menjalin persahabatan yang sangat dalam dengan saling menghormati sebagai tetangga dan sahabat lama” Ini merupakan sebuah Kalimat yang sangat “MENGHENTAK KITA”.sebagai Negara tetangga tanpa disadari ternyata kita telah menjalin hubungan persahabatan yang begitu lama yang tak akan pernah terhenti meskipun diterjang ombak dan gelombang lautan,sebagaimana perjalanan Cheng Ho ke Nusantara/Indonesia.

Oleh Pemerintah Indonesia ini ditangkap sebagai peluang dan moment yang sangat besar artinya,khususnya dalam perjalanan Pariwisata Indonesia.,sehingga Jalur Samudra Cheng Ho ( JSC) dipergunakan Indonesia sebagai kebangkitan untuk menggairahkan dan meningkatkan Wisatawan China /Tiongkok ke Indonesia,yang mana Jalur Samudra Cheng Ho ini merupakan jalur Kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dan Tiongkok untuk mendorong pembangunan Pariwisata Budaya yang bersandar pada pelayaran bersejarah Laksamana Cheng Ho.

Ini akan menjadikan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia menjadi merata di kawasan Nusantara ( sementara ini hanya Bali dan Jakarta),terutama ke daerah2 /kota2 yang pernah menjadi tempat persinggahan Laksamana Cheng HO seperti RIAU,ACEH,PALEMBANG,BANGKA,JAKARTA,CIREBON,SEMARANG,TUBAN,SURABAYA dan BALI. Dan ini menjadikan peluang yang sangat besar bagi kota dan daerah di maksud.

Wisatawan China sa’at ini merupakan Wiatawan Dunia yang artinya wisatawan Tiongkok ini di minati oleh banyak negara2 yang menyandarkan kehidupan ekonominya dari pariwisata,seperti negara2 Eropa ( Prancis, Spanyol,Monaco,Yunani),negara2 ASIA ( Thailand,Singapore,Malaysia dan tentunya Indonesia),Australia dan bahkan AMERIKA. Semua tadi merupakan pesaing2 kita dalam menangkap wisatawan Tiongkok.

Oleh karenanya kita harus sudah mempersiapkan diri untuk berbenah dalam mengahadapi banjirnya wisatawan China dengan melakukan hal2 yang diperlukan seperti;

  1. Pengembangan Daya Tarik Wisata yang dimiliki ( yang terkait dengan Cheng Ho
  2. Fasilitas berwisata (Aksesibilitas,product2 wisata, accomodasi dll)
  3. Sumber Daya Manusia yang professional dibidang nya.
  4. Promosi / Pemasaran yang dilakukan secara Tepat Guna dan Sasaran.

Saat ini wisatawan Tiongkok yang melakukan perjalanan ke luar negeri , keluar Tiongkok, telah mendekati angka diatas 100 .000.000 ( baca SERATUS JUTA ORANG) lebih.
Kalau kita bisa merenggut 3% saja dari angka diatas,maka kita akan memperoleh 3 JUTA wisatawan Tionghkok dalam setahun.Namun bapak Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif bapak Arif hanya mem”patok” angka 2 JUTA wisatawan Tiongkok sebagai Angka Harapan Capaian untuk tahun 2015 ini.

Kita berharap angka ini bisa tercapai apabila semua dilakukan dengan kesungguhan hati dan kerjasama yang professional antara Pemerintah dan ,Pelaku Pariwisata / Industri Pariwisata. “BOLA PANAS” wisatawan Tiongkok telah di lemparkan oleh Bapak Menteri.Mari kita main kan bersama untuk menghasilkan “GOAL2” yang indah. Dengan semangat CHENG HO dan  KERAMAHAN NUSANTARA InsyaAllah semua bisa jadi kenyataan.

EDDY SUNYOTO.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here