CHA Recharge 2019 ; Ajang Reuni Para GM Hotel Bersertifikat Internasional

3

Bali semakin menguatkan posisinya sebagai salah satu international hub of tourism in the world. Selama ini yang kenal hanya destinasinya yang mampu menyedot minat wisatawan untuk berkunjung dan bermuara semakin bertambahnya para investor untuk menanamkan modalnya untuk berbisnis di Bali. Belakangan ini Bali semakin dilirik karena kualitas SDM kepariwisataan yang dimiliki semakin meningkat, bukan hanya karena pengalaman yang dicapai bertahun-tahun sebagai praktisi namun juga upaya meningkatkan kualitas dan kompetensi diri yang semakin adaptif terhadap tuntutan industri di era kesejagatan ini.

Khususnya para General Manager hotel yang telah banyak mencapai hasil maksimal dengan pengakuan keahlian dalam mengelola hotel berstandar internasional. Predikat Certified Hotel Administrator (CHA) merupakan lambang supremasi profesi tertinggi di dunia perhotelan bagi para praktisi insan pariwisata. Menurut Agus Yoga Iswara, BBA.,BBM.,MM.,CHA yang ditemui di acara Recharge CHA 2019 menyampaikan bahwa kegiatan reuni para CHA holders ini merupakan rangkaian dari 1st Annual Hotelier Summit Indonesia 2019 (12-13 Juli 2019 di H Sovereign Bali) dan mengundang seluruh pemegang sertifikat CHA di Indonesia. President Director Global Hospitality Expert (GHE) ini menjelaskan “Peserta bukan hanya dari Bali sendiri saja namun juga ada beberapa rekan dari luar Bali. Kami dari GHE berupaya membantu rekan-rekan seprofesi untuk selalu dapat meningkatkan sinergitas dan soliditas para hotel expert ini, utamanya untuk eksistensi dan profesionalisme designation yang telah diraih bagi para GM hotel yaitu Certified Hotel Adminstrator itu sendiri. Bahkan sekarang di Bali kita sudah memiliki satu orang yang berhasil menembus tingkat Double Diamond CHA yaitu Pak Swabawa, yakni dedikasinya untuk mempertahankan predikat keahlian tersebut selama 5 tahun berturut-turut. Pencapaian secara resmi yang pertama di Indonesia ini diraih pada 2 April 2019 yang baru lalu. Ini harus dipahami oleh semua rekan-rekan bahwa suatu pencapaian tidak cukup berhenti sampai disana, namun harus di maintain dan ditingkatkan secara konsisten dan kontinyu”.

Sementara itu dalam presentasi “Go To Double Diamond”, K. Swabawa,CHA (Director of Operations GHE dan Director Swaha Hospitality Management) memaparkan tata cara dan persiapan untuk melakukan resertifikasi CHA agar tidak kadaluwarsa dan diputus predikat CHA-nya. Swabawa mengatakan bahwa seorang pemegang predikat CHA diwajibkan untuk mendedikasikan dirinya pada dunia perhotelan dan pariwisata dengan peran serta aktif secara berkesinambungan. “Bukan hanya bekerja di bidang pariwisata untuk mendapatkan nafkah saja, namun juga berkarya dan berkontribusi dengan keahlian yang dimilikinya untuk kemajuan industri termasuk pengembangan SDM. Sedangkan proses resertifikasi meliputi laporan kegiatan selama 5 tahun yang telah berjalan yang dijabarkan dalam CHA Recertification Maintenance Sheet dan dilengkapi dengan dokumen pendukung yang relevan dan orang yang dituju untuk melakukan verifikasi laporan kegiatan” kata Swabawa. Melihat pemaparan singkat tersebut, seharusnya tidak ada pemegang predikat CHA yang kehilangan pengakuan tersebut secara resmi asalkan selama 5 tahun sejak diterimanya predikat CHA yang bersangkutan tetap menjalankan aktifitas di industri serta aktif berkontribusi baik di asosiasi, lembaga pelatihan / pendidikan, komunitas maupun kegiatan-kegiatan kepariwisataan. Dan melakukan pendaftaran resertifikasi sebelum berakhirnya masa berlaku predikat CHA yang 5 tahun itu tentunya.

Ajang reuni CHA ini diisi pula dengan kegiatan ramah tamah sekaligus perkenalan dengan member dari luar Bali, sekaligus temu kangen antar pemegang predikat CHA di setiap angkatan yaitu tahun 2014 hingga 2019 ini.

Informasi lebih lanjut tentang CHA Program dan Sertifikasi Internasional bidang profesi pariwisata dan perhotelan lainnya dari AHLEI, USA dapat menghubungi :

Global Hospitality Expert (GHE)
info@ghecenter.com
www.ghecenter.com

Explore | Empower | Expertise