Celuk Jewerly Festival ( CJF ) di Serbu Wisatawan Menkop Apresiasi Akan Fasilitasi Terwujudnya Museum dan Hak Paten Pengrajin

774

Menteri Koperasi dan UKM RI, AA Ngurah Puspayoga mengapresiasi terselenggaranya Celuk Jewerly Festival yang menampilkan hasil kerajian perhiasan dari masyarakat desa Celuk, Kecamatan Sukawati, kab. Gianyar yang berlangsung satu Minggu ( 6- 14/8 ) lalu. Iapun berjanji akan memfasilitasi keinginan warga dipermudah dalam mengurus Hak Paten degan waktu singkat dan tanpa biaya.

“ Apalagi Festival ini bertujuan membangkitkan kembali semangat warga Desa Celuk dan generasi mudanya terhadap keberlangsungan hasil kerajinan perhiasan yang dikerjakan secara turun temurun sejak ratusan tahun lalu, “ tegas  Ngurah Puspayoga.

Ia juga berpesan, agar masyarakat desa Celuk  tetap mempertahankan kerajinan perak Celuk yang potensial dan terkenal, “ Kegiatan festival dan  berbagai kegiatan lain diharapkan mampu mengembangkan serta membangkitkan semangat perajin Celuk, “ Dari Kementerian Koperasi sudah ada program dana murah kerjasama perbankan, serta adanya peran swasta seperti Telkom dengan program Digitalnya untuk membantu UMKM hal itu bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin, “ tandas Menteri asal Bali ini.

Kedepan perajin Celuk harap Menteri, agar mampu bersaing di dunia global, serta hasil kerajinan perak dan emas bisa dipatenkan di Kementrian Koperasi dan UKM. “Mengurus Hak Paten di Kementrian Koperasi dan UKM tidak susah, waktu singkat dan tanpa biaya, “ tegas Puspayoga.

Ketua Panitia CJF, I Ketut Widi Putra, mengatakan,Celuk dulu dikenal  desa perajin perak. Namun 10 tahun belakangan ini, pemasaran dan daya saing mulai menurun, banyak pengusaha dan pengrajin gulung tikar, “ Dengan CJF  Pertama ini, kami berharap  ikon desa Celuk sebagai produsen perhiasan perak dan emas bangkit kembali.

Festival ini, dirangkai  berbagai kegiatan termasuk mengenang 100 tahun Celuk sebagai desa perajin Perak, “ Warga juga harapkan Celuk punya Museum dan kerajinan perak celuk di Patenkan, sehingga tidak diakui pihak lain, “ Harap  Ketua Panitia CJF, saat CFJ dibuka Menteri Koperasi dan UKM RI, AA Ngurah Puspayoga di Wantilan Pura Desa Pakraman Celuk, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Sabtu (13/8) lalu.

Ia mengatakan CFJ  diikuti puluhan perajin perak dari  Celuk, CFJ bukan saja sebagai upaya mengenalkan kembali kerajinan perak celuk, melainkan sebuah upaya mengenalkan kembali hasil kerajinan perak Celuk di dunia global. CJF diisi pameran, pengenalan lagu Mars Celuk, fashion show aksesoris khas Celuk, wisata kuliner, penyerahan penghargaan terhadap tokoh serta perintis perajin perak Celuk dan pelbagai kegiatan lainnya.

“Saya berharap CJF bisa membangkitkan kerajinan perak Celuk dan Celuk menjadi satu-satunya sentra perajin perak di Bali yang dikenal dunia,”paparnya.CJF  sebuah upaya mengembangkan kerajinan perak dengan membuat kerjasama dengan berbagai pihak, misalnya dengan Telkom yang mengenalkan sistem penjualan online dengan membuat Kampung Digital. Saat CJF juga dilaksanakan pelatihan online, seminar, pelatihan marketing dan mengenalkan pasar global guna menyambut MEA dan persaingan pasar internasional. “Kami juga mengajak semangat warga desa tidak hanya menempatkan desa sebagai domisili melainkan memberikan sumbangsih ilmu dan pengetahuan bagi desa,”imbuh Widi Putra.

Wakil Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengapresiasi kegiatan ini. Pemkab  mendorong . CJF akan  menjadi agenda tahunan, mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan peningkatan perekonomian Desa Celuk,” Dengan sentuhan tangan tidak akan mampu disaingi pihak lain,kami berharap perajin segera mendaftarkan hasil karya mereka, sehingga tidak ada kendala di kemudian hari,”tegas Mahayastra. (Nani)