Cegah Peredaran dan Penyeludupan Barang Terlarang, Bandara Ngurah Rai Gandeng BNN dan Balai KIPM

252
MoU Letter Of LOCAL, antara Bandara I Gst. Ngurah Rai,BNNP Bali, dan Balai KIMP, dilaksanakan, Jum’at ( 256/5) di Kuta.

Di jadikan nya Bali sebagai pasar narkoba, dan jalur empuk penyeludupan berbagai jenis hewan dan komoditas bernilai tinggi,baik lewat darat, dan laut, membuat Angkasa Pura I , Bandara Gst Ngurah Rai gerah.
Untuk itu, pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, menggandeng Badan Narkoba Nasional Provinsi Bali,( BNNPB ), serta Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu( KIPM ), Denpasar secara bersama Menanda Tangani Algreement Letter Of LOCA, yang berlangsung Jum,at ( 26/5) lalu di Kuta.
” Peredaran narkoba di Indonesia semakin hari cenderung semakin merajalela.salah satu lokasi strategis beredarnya barang haram tersebut adalah bandara, sebagai wujud komitmen bersama, kami melakukan penandatanganan LOCA dengan BNN Provinsi Bal,” ujar Yanus.
Penandatanganan ini dilakukan General Manager Bandar Udara IGusti Ngurah Rai dengan Ketua BNN Provinsi Bali Kombes Pol I Putu Gede Suastawa. Bertujuan untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai.
Sedangkan penandatanganan LOCA dengan Balai Karantina Ikan, pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas 1 Denpasar, difokuskan upaya peningkatan efektifitas pemeriksaan lalu lintas ikan dan hasil perikanan melalui Bandar Udara IGusti Ngurah Rai.
“ Walau bukan daerah produksi narkoba, namun Bali sebagai destinasi wisatawan, memilki potensi besar sebagai pemasaran barang haram narkoba.Aparat suda banyak menangkap bandar dan pengedar, dan pemakainya, “ jelas Kombes Pol,i Putu Gede Suastawan, menambahkan pengawasan ketat BNN, saat ini bukan saja lewat udara, atau darat, namun kawasan perairan Bali pun menjadi fokus pengawasan.
Penandatanganan ini dilakukan General Manager Bandar Udara IGusti Ngurah Rai dengan Kepala Balai KIPM Kelas I Denpasar Ir. Habrin Yake, M.M, ” Dengan kerja sama ini, manajemen akan lebih proaktif tidak hanya melibatkan internal Angkasa Pura, tetapi juga melibatkan seluruh stakeholder di lingkungan Bandara, yang jumlah securty mencapi ribuan orang.
Udara Ngurah Rai untuk bersama-sama mengamankan lingkungan bandara dengan melaksanakan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika(P4GN) serta pemberantasan penyelundupan hasil tangkapan,” terang Yanus.
Ia menambahkan, manajemen pun giat melakukan uji narkotika di lingkungan internal perusahaan untuk mengantisipasi penyalahgunaan dan peredaran narkotika di lingkungan pegawai, ” Dengan adanya Mou ini peredaran narkotika dilingkungan bandara bisa diminimalisasi,kerjasama dengan pihak penegak hukum seperti sekarang ini, kami yakin pengawasan peredaran dan penyelundupan barang barang terlarang di otoritas Bandara bisa lebih optimal,” imbuhnya. ( Nani )