Candi Borobudur: Tujuh Keajaiban Dunia yang Tak Lekang Oleh Waktu

1665

MAGELANG, JAWA TENGAH – Menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia membuat Candi Borobudur tetap ramai dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun internasional. Candi Budha yang terletak di Magelang, Jawa Tengah ini didirikan sekitar 790-an Masehi, merupakan candi dan monumen budha terbesar di dunia. Pembangunan candi ini berlangsung pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.

Rupa dari candi ini berbentuk stupa yang terdiri atas enam teras, berbentuk bujur sangkar dan terdapat tiga buah pelataran berbentuk lingkaran. Dinding-dinding Candi Borobudur ini berupa relief berjumlah 2.650 dan berdiri pula sekitar 504 arca budha. Dari daerah Yogyakarta candi ini terletak sekitar 42 kilometer. Borobudur berdiri di atas bukit yang dikelilingi gunung Merapi-Merbabu dan berada di pertemuan Sungai Progo. Maka dari itu sekeliling Candi Borobudur dihiasi dengan bentangan alam luas.

Mengunjungi Candi Borobudur bukan saja hanya berjalan-jalan atau berfoto di dinding relief. Di sini wisatawan dapat menikmati fasilitas lain yang tersaji di pelataran Candi Borobudur, seperti mengelilingi sawah, desa, dan sungai di sekitar candi dengan menunggangi gajah ataupun menaiki sepeda dan kereta mini yang disewakan oleh pihak Candi Borobudur.

Selain menikmati alam yang membentang di sekitar candi, wisatawan juga disuguhkan dengan berbagai kuliner, seperti bakmi jawa dan tongseng jamur, bila wisatawan merasa haus karena berkeliling di bawah cuaca yang terik dan ingin menikmati minuman segar,  maka wisatawan ditawarkan dengan segelas es degan, es sari tebu dan minuman lainnya.

Salah satu pengunjung, Intan dan teman-temannya mengatakan bahwa Candi Borobudur merupakan tempat wisata yang mampu memberikan ilmu pengetahuan yang berguna. “Sudah tiga kali datang ke sini, pertama waktu study tour dari sekolah dulu, terus ke sini lagi sama teman-teman yang baru pertama kali ada kesempatan untuk datang ke sini. Banyak pengetahuan sejarah yang didapat dari jalan-jalan di seputaran candi. Meskipun terik tapi kami senang bisa mengunjungi Candi Borobudur ini,” ujarnya.

Candi yang ditetapkan sebagai warisan budaya versi UNESCO ini biasa digunakan sebagai acara keagamaan dalam perayaan Tri Suci Waisak. Kemeriahan perayaan Waisak ditutup dengan pelepasan ribuan lampion di halaman Candi Borobudur.

Karina yang juga wisatawan Candi Borobudur mengaku dirinya pernah merayakan Waisak di candi ini. “Saya dan keluarga pernah mengunjungi Candi Borobudur saat perayaan Waisak dua tahun yang lalu. Setahu saya tempat ini memang nggak pernah sepi, selalu ramai kapanpun saja,” ungkapnya.

Wisata budaya dan sejarah ini dapat dikunjungi setiap hari dari pukul 06.00 – 17.00 WIB. Untuk biaya masuk, bagi wisatawan lokal akan dikenakan tarif Rp 30.000,- untuk pelajar Rp 12.000,-. Sedangkan untuk turis mancanegara akan dikenakan biaya USD 20.

Setelah lelah berjalan dan menikmati keindahan Candi Borobudur, pengunjung akan disuguhkan dengan cenderamata berupa gantungan kunci, kaos, pajangan, makanan, dan kain yang berada di tiap ruko sepanjang pintu kelouar candi. Cenderamata tersebut dibandrol mulai dari Rp 1.000 sampai Rp 100.000,-.

Jangan lupakan sejarah yang mengiringi negeri ini. Ajak teman atau keluargamu untuk berkunjung ke Candi Borobudur yang merupakan “mata” bagi perkembangan sejarah Indonesia. Tetap jaga dan rawat warisan budaya Indonesia.Nisacandi Borobudur 3 candi Borobudur 2