CAMBIO Graduation Show 2016 LPTB SUSAN BUDIHARDJO BALI

638

Bali, 4 Februari 2017

Lembaga Pengajaran Tata Busana Susan Budihardjo Bali (LPTB Susan Budihardjo Bali) merayakan tahun pertama keberadaan sekolah ini di Bali dengan menggelar peragaan busana di hadapan publik bagi para siswa yang baru saja menuntaskan studinya dan resmi dinobatkan menjadi perancang muda.

Tahun ini, LPTB Susan Budihardjo Bali mewisuda dua belas siswa dari angkatan tahun pertamanya. Hal ini  meneruskan tradisi yang telah berlangsung di sekolah-sekolah LPTB Susan Budihardjo lainnya yang ada di Jakarta, Semarang dan Surabaya untuk merayakan wisuda dengan mempersembahkan karya para wisudawan di depan halayak ramai. Dari wisudawan di Bali akan dipilih satu oranglulusan terbaik dan berhak untuk mendapat piala berbentuk torso berlapis warna emas yang menjadi ciri khas sekolah.

Persembahan di hadapan masyarakatyang terdiri dari publik pecinta mode,dan wartawan inidigelar di The GrandBallroom, The Trans Resort Bali,  pada4Februari 2017.

Sekolah memberikan satu tema acuan untuk dikembangkan oleh para siswa. Tahun ini, CAMBIOmenjadi tema utama tugas akhir masa belajar yang wajib diwujudkan menjadi sebuah rangkaian koleksi busana yang membermaknakansebuah perubahan.

Cambio atau “perubahan” di sini bisa diartikan sebagai bentuk garapan baru dalam berbagai hal, termasuk kecenderungan arah mode belakangan ini, orisinalitas dan kreativitas menjadi syarat utama dalam menggarap Cambio. Tentu saja teknik pola, teknik potong, teknik jahit, siluet, pilihan bahan, sampai gaya padu padanbusana,sebagai bekal ilmu yang telah didapat selama pendidikan, menjadi penunjang penciptaan karya para perancang muda ini semakin sempurna.

“Sebagai tugas akhir masa belajar, setiap siswa diberi kebebasan luas untuk menyiapkan koleksi rancangan yang dikembangkan dari pemikiran tentang ‘perubahan’ itu. Saya ingin tiap siswamengambil makna perubahan dari kacamata pribadinya. Calon perancang muda ini dituntut untuk menggali, mengasah rasa, dan terus mengeksplorasi beragam bahan dan elemen busana hingga mendapatkan filosofi dari sebuah perubahan.Karya yang baik akhirnya bisa membuat persembahan yang menyita perhatian karena memiliki sisi inovasi”, ujar Susan Budihardjo sebagai kepala sekolah mode ini.

Keduabelas perancang muda yang baru lulus itu akan mempertunjukkan masing-masingtiga karya terbaik mereka. Sajian khusus datang dari Ni Made Rica Setiawati dan Andre Vasselle, masing-masing hadir dengan lima karya. Mereka merupakan pengajar LPTB Susan Budihardjo Bali. Persembahan tim pengajar ini diharapkan dapat memacu semangat para siswa untuk berkarya lebih baik lagi.

Di penghujung acara tiga siswa terbaik Ardina Gan, Feby Herman, dan Imme Kristiani,sebagai bintang tamu alumnus terbaik dari Jakarta membawa masing-masing lima karya dan menutup seluruh pergelaran. Sajianthe Guest Stars Ni Made Rica Setiawati

Pengajar pattern maker di LPTB Susan Budihardjo Bali ini menerjemahkkan Cambio sebagai perubahan atas warna. Tahun lalu Rica banyak bermain hitam putih yang monokromatis dan kini menawarkan paduan oranye dan kuning pada desain terbarunya.

Efek melebar saat godet disisipkan pada bagian bawah busana memberi tekanan kesan feminin pada tampilan koleksi.Gaya muda,  effortless, dan riangyang menjadi gaya khas Rica diterapkan padakelima koleksi yang disajikan.Gelang dan sepatu kulit berwarna coklatikut melengkapi koleksi agar terlihat semakin feminin.Andre Vasselle

Hitam putih yang monokromatis menjadi pilihan utama Andre untuk mengemukakan tawaran perubahan dari desainyang biasanya menggunakan aneka warna. Rayon, sifon, stretching net (tulle), brokat danpoly-wool dipilih sebagai bahan untuk mengemukakan desain bergaya Gothic Gypsy ala Andre.

Siluet yang melekat tubuh dengan potongan lengkung di bagian pinggang dan bahu menjadi terlihat seksi, sekaligus elegan karena dibentuk dari bahan tulle.Ardina Gan

Dengan serius  Ardina mengadopsi  filosofi perubahan dari cabang keilmuan metafisika yang percaya bahwa kehidupan itu berasal dari kehampaan, lalu tercipta air, api, udara, tanah, logam yang menjadi unsur-unsur simbol kehidupan dan dikenal sebagai ‘Flower of Life’.

Dalam presentasinya, ketiadaan dalam koleksi mewujuddengan sajian hitam dalam motif ranting dan pepohohan yang diadopsi dari Flower of Life dan bersenyawa menjadi merah untuk menerjemahkan unsur api, warna biru untuk air, coklat untuk tanah, abu-abu untuk logam, bahan organza yang tembus pandang untuk udara. Kelima unsur masing-masing terwakili dalam lima set busana yang dipresentasikan.

Ardina menciptakan motif-motif dengan teknik cetak tiga dimensi di atas busana berbahan jaquard mau pun di atas sepatu sebagai aksesori yang menyempurnakan koleksi bersiluet ringkaspilihannya.

Perubahan secara harfiah dipresentasikan secara cerdas, misalnya rok pendek berubah menjadi rok panjang hanya dengan satu langkah saja, atau topi seolah ‘tersulap’ menjadi rok dalam sekejap.Feby Herman

Latar belakang Feby sebagai dokter sedikit banyak mempengaruhi karyanya. Inspirasi karya Feby mengadopsi perubahan manusia menjadi tengkorak.Cambio diterjemahkanke dalam karya dengan cara merealisasikan bentuk anatomi manusia seperti tulang rusuk, dan organ dalam lainnya.

Balen/rangka plastik yang dibentuk dan ditata menyerupai tulang rusuk lalu disematkan pada bagian dada busana sebagai elemen estetis. Begitu pula dengan potongan kain yang dibentuk berwiru-wiru dan disusun hingga diandaikan sebagai aliran darah manusia yang mengayakan penampilan busana nan serbaringkas berbahan jacquard, krep, gabardin dan tenunyang dibawanya sendiri dari Atambua.

Feby mengimbuhkan bentuk yang sama menyerupai tulang yang dibuatnya dari paperclay pada aksesori untuk menyempurnakan penampilan koleksi.Eksekusi deretan busana koleksi Febi terlihatapik dan rupawan. Berbanding 1800 dari inspirasi yang terdengar “menyeramkan”.Imme Kristiani.

Aura Chakra yang mengalirkan energi dalam tubuh manusia dan berkuasa merubah manusia secara keseluruhan, telah menginspirasi Imme untuk menciptakan busana yang menggambarkan perubahan .

EnergiAura Chakra menyublim ke dalam5 set busana siap pakai dengan siluet O yang mengadopsi bentuk melingkar Chakra pada bahan-bahanneoprene, semi organdi, stretchyangserbaputih berpadu dengan abu-abu. Tenun Bali disisipkan karena secara implisit memiliki keterkaitan dengan perihal Aura Chakra dan untuk menambah kesan modern saat dipadukan.

Dalam menangani desain, Imme memanfaatkan teknik tekstil monumental, pengolahan tekstil secara kreatif demi peningkatan keindahan materi dan nilai seni di dalamnya, dengan cara menjahitkan bentuk berbiku-biku untuk membentuk tekstur baru pada kain.

Konsep yang ditawarkan menjadi lebih tajam saat sang Desainer Muda mengayakan koleksi dengan aksesori anting berjumbai dan sepatu yang dipersiapkannya sendiri.nn