BRITAMA SVF 2017 DITUTUP 1.000 PESERTA IKUTI PARADE BUDAYA

156

BritAma Sanur Village Festival XII 2017 yang berlangsung selama 5 hari ditutup Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Minggu (13/8) malam.Penutupan ditandai pelepasan ratusan balon merah-putih ‎diiringi gamelan balaganjur. Festival dimulai Rabu (9/3) itu menyajikan sekitar 50 program kegiatan melibatkan dan disaksikan ratusan ribu warga.

Jaya Negara mengungkapkan rasa “ Saya bangga terhadap konsistensi festival yang telah 12 kali diselenggarakan.Diharapkan SVF terus berlanjut,dan semakin meningkatkan kualitas mengerakkan potensi warga terhadap kepariwisataan untuk kesejahteraan masyarakat, “ .ungkap Jaya Negara, seraya berharap Sanur tetap mempertahankan pariwisata berbasis komunitas yang mampu menggerakkan seni budaya, lingkungan, dan daya dukung lainnya.

‎Ketua Umum BritAma SVF Ida Bagus Gede Sidharta Putra,akrab disapa Gusde mengatakan festival ke-12 ini kian mengukuhkan kemauan warga mendorong perekonomian melalui pariwisata budaya berkelanjutan, “ dalam promosi terdapat upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya serta lingkungan, festival memberikan ruang bagi aktivitas kreatif warga termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah,” ujarnya.

Fstival kali ini melibatkan 56 peserta food festival dari kafe, restoran dan hotel di Sanur. ‎Menu kuliner ini paling diminati warga karena bisa dibeli dengan harga khusus festival. Selain itu terdapat 10 truk kuliner yang menawarkan aneka jajanan dan makanan.

Di stand bazar menampilkan 34 UKM binaan Bank BRI dan 34 UKM lain yang menjajakan produk-produk terbaik untuk keperluan rumah tangga, fashion, aksesoris, dan kerajinan. Seluruh transaksi di festival dilakukan secara nontunai menggunakan uang elektronik Brizzi produk Bank BRI.

Ajang SFV digelar konsisten selama 12 tahun ini, kata Gusde, berpengaruh terhadap okupansi hotel di Sanur. ‎Tapi, secara pasti Gusde belum merinci kenaikan tingkat isian kamar hotel di Sanur dan sekitarnya. “Panitia akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan festival,” katanya.

Sebelumnya, pada sore hari digelar parade budaya melibatkan sekitar 1.000 warga yang berpawai dari Jl Danau Tamblingan menuju Area Maisonette Inna Grand Bali Beach. Arak-arakan yang didahului marching band Gita Merdangga SMP Wisata Sanur. Tampak di antaranya sejumlah wisatawan asing ikut ‎parade menggunakan pakaian adat yang menyemarakkan parade dengan tema Bhinneka Tunggal Ika.

Keluarga Gilles Eyraud dengan istrinya Magali dan putrinya Lison dari Prancis yang ikut parade mengatakan bangga disambut warga di sepanjang jalan dengan ramah dan penuh apresiasi. “Inilah keunikan Bali yang harus dipertahankan,” kata Magali.

Di panggung utama pada malam terakhir menampilkan aneka hiburan di antaranya kesenian dari Sumatera Utara, garapan tari kolosal Wayan Sidia, Sanur Mostly Jazz dan Tompi serta Reggae Night yang di antaranya diisi Joni Agung. ( Nani )