Britama Sanur Village Festival 2017 Membumikan “Bhinneka Tunggal Ika Melalui Kegiatan Ekonomi Kreatif

161
Ketua Umum Panitia Britama Sanur Village Festival ke 12 , Ida Bagus Gde Sidharta, ssat menyerahkan Katalog Pameran Lukisan karya Seniman yang ambil bagian dalam SVF , kepada Plt. Kadispariwisata Denpasar, dan BRI Regional Vice President Bali-Nusra Yoyok Mulawarman

BritAma Sanur Village Festival 2017 akan dibuka Menteri Pariwisata Aief Yahya, Rabu (9/8/2017) malam, di Maisonettee, kawasan Inna Grand Bali Beach, Sanur. Festival berlangsung lima hari, 9 – 13 Agustus 2017 bakal menghadirkan kemasan festival penyadaran dengan turut serta membumikan, menggelorakan dan menebarkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
Ketua Umum BritAma Sanur Village Festival Ida Bagus Gede Sidharta Putra, didampingi Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Anak Agung Bagus Sudarsana, dan BRI Regional Vice President Bali-Nusra Yoyok Mulawarman ‎di Maya Sanur Resort, Senin (7/8/2017). Mengatakan,akhir-akhir ini, berbagai kenyataan pahit di Negara yang kita cintai telah menggerakkan elemen anak bangsa untuk semakin mengakui perbedaan dalam bingkai kesatuan jiwa Indonesia.
Namun,kondisi kata Gde Sidharta Putra,tidaklah berarti kita harus diam dan membiarkan secara pelan-pelan maupun cepat terjadinya ketidakharmonisan kerukunan berbangsa.BritAma Sanur Village Festival sangat merasakan, dan sebagai festival yang telah membingkai tema dasar “The new spirit of heritage”, maka Bhinneka Tunggal Ika, bagian penting gerakan moral patut dan wajib dikumandangkan secara terus menerus.
“Mengumandangkan kembali makna Bhinneka Tunggal Ika adalah upaya kesadaran berbangsa.BritAma Sanur Village Festival dengan program-programnya berupaya menciptakan “festival kesadaran ”turut menebarkan pesan-pesan kebaikan bagi persatuan dan kesatuan ber-bhinneka Tunggal Ika.
Gde Sidarta menjelaskan, penyelenggaraan festival ke-12 ini memiliki arti penting karena mengajak warga terlibat dalam suatu gerakan untuk kian menghargai dan memaknai perbedaan melalui berbagai kegiatan kreatif,.“ Keterlibatan para pelaku seni budaya dan ekonomi yang menghadirkan aneka sajian dan produk sepanjang perjalanan festival diharapkan terus mengunggah gagasan, inovasi, dan kreativitas secara berkelanjutan,” Kata Gde Sidharta Putra, akrab disapa Gusde.
Selama lima hari pelaksanaan festival,melibatkan ratusan insane kreatif memberikan andil dalam menggaungkan promosi destinasi wisata. Kegiatan lingkungan, ekonomi, social, seni budaya, olahraga, hiburan, kuliner, aneka kompetisi serta kegiatan edukasi melalui workshop, dialog budaya, dan seminar digelar sejak pagi hari hingga tengah malam.
Selaras dengan tema Bhinneka Tunggal Ika, kata Gusde, seluruh sajian dikemas dalam berbagai program yang menebarkan pesan kebaikan bagi persatuan, kesatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong. Semboyan yang diambil dari Kakawin Sutasoma mahakarya Mpu Tantular ini mengajarkan empati yang sangat tinggi bagi setiap warga dalam suatu tataran kehidupan berbangsa dan bernegara tetap relevan hingga kini.
Acara ini didukun penuh Bank Rakyat Indonesia (BRI),melalui salah satu tabungan BRI (BritAma) bakal melanjutkan langkah sukses tahun lalu,memfasilitasi pembayaran non tunai. Para pengunjung festival hanya bisa melakukan pembayaran dengan menggunakan kartu Brizzi ,” Selain mendukung program pemerintah dalam gerakan transaksi nontunai juga sebagai literasi keuangan, yang mau tidak mau ke depan kita akan mengaplikasi penggunaan teknologi digital ini,” kata Gusde.
Transaksi bisa dilakukan di seluruh gerai kuliner yang menyajikan sekitar 50 stand kafe dan restoran terkenal dari Sanur dengan harga festival. Selain itu, bisa digunakan untuk berbelanja di stan pameran usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) atau Sanur Bazzar, dan belanja CD merchandise di stan seniman pengisi acara panggung hiburan.
Gusde yang juga ketua PHRI dan Badan Promosi Pariwisata Kota Denpasar mengatakan, festival ini bukan hanya milik warga Sanur, melainkan telah menjadi kebanggaan bersama yang mendukung promosi pariwisata secara kolosal. Publikasi festival telah memiliki gaung nasional dan internasional, menjadi salah satu destinasi wisatawan domestic maupun mancanegara, juga warga Denpasar, Badung . , dan luar daerah di Bali. ( Nani )