Dinamika bisnis rumah makan dewasa ini sangat tinggi, bukan hanya terlihat dari menjamurnya jumlah dan aneka konsep rumah makan, namun tantangan secara analisa bisnis juga menjadi alasan utama bagi pengelola rumah makan untuk berbenah diri agar dapat menjalankan bisnis dengan baik. Fenomena tersebut mengemuka dalam seminar yang diselenggarakan serangkaian 1st Annual Hotelier Summit Indonesia 2019 pada 12-13 Juli 2019. Dari 9 seminar dalam kegiatan tersebut, pada divisi Food and Beverages menampilkan tema “The Art Selling in Restaurant Business” pada hari Jumat 12 Juli 2019 di Pelican Room, H Sovereign Bali – Tuban, Badung.

Pemateri dalam seminar tersebut adalah I Ketut Darmayasa, S.I.Pem,MM.,CHT (Ketua IFBEC Bali) yang memaparkan penjelasan tentang seluk beluk bisnis restoran secara lengkap dan dibahas dari berbagai dimensi; konsep, marketing, budget, human resources, manajemen restoran serta kepuasan pelanggan. Pada intinya Darmayasa menegaskan bahwa pengelolaan restoran memegang peranan sangat penting dalam mendukung pencapaian pendapatan hotel bagi restoran yang terdapat di hotel, demikian juga dalam upaya keberlanjutan sebuah restoran yang independen.

Sementara itu pemateri kedua adalah K. Swabawa, CHA (Director Swaha Hospitality Management dan Akademisi) yang memaparkan topik utama “the Art of Selling in Restaurant Business”. Dijelaskannya bahwa banyak hal sederhana yang kadang diabaikan dalam pengelolaan restoran yang berakibat pada gagalnya pencapaian target manajemen pada finansial, product positioning, customer satisfaction serta business sustainability. Swabawa menyampaikan “Sederhananya begini, apakah kita sudah menjual produk unggulan yang kita miliki atau hanya menjual produk yang disukai pelanggan? Ini hal kecil namun jika diabaikan akan menjadi lost factor yang eksponensial kedepannya. Signature product yang menjadi competitive advantage seharusnya dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan pengendalian mutu yang konsisten untuk meraih minat pelanggan secara generik, bukan akibat promosi semata yang dapat menimbulkan multitafsir”.

Lebih rinci Swabawa menjelaskan seni menjual produk di restoran ditekankan pada 1) fokus menjual produk yang spesifik, 2) fokus pada tantangan yang dihadapi dan menemukan solusi yang tepat, 3) fokus pada teknik mengedukasi pelanggan, 4) fokus pada target , 5) fokus pada pelayanan prima yang berkepribadian. Berdasarkan pengamatan selama ini ditemukan bahwa banyak restoran yang memainkan strategi “bagaimana agar banyak dapat pelanggan dan pendapatan tinggi” bukan dengan strategi “kami sediakan produk yang terbaik diantara kompetitor dan itu alasan pelanggan datang kepada kami”.

Dengan jumlah peserta mencapai 78 orang dari berbagai level mulai supervisor, manager, general manager hingga pemilik usaha food and beverages, seminar tersebut menghasilkan rekomendasi yang strategis untuk memajukan usaha bidang makanan dan minuman. Rekomendasi tersebut meliputi : pentingnya peranan SDM lokal untuk meningkatkan kualitas dan kreatifitas pengelolaan, pentingnya menentukan produk unggulan yang menjadi competitive advantage serta pentingnya human touch dalam pelayanan prima yang berkepribadian.

Sehubungan dengan agenda 1st Annual Hotelier Summit Indonesia 2019 ini , Swabawa melihat fenomena insan pariwisata Bali khususnya dan Indonesia umumnya sangat tinggi untuk mendapatkan kesempatan belajar dan melatih diri dalam meningkatkan kompetensi. Para peserta berharap kegiatan serupa yakni mempertemukan semua divisi pada industri perhotelan dalam satu wadah event besar dapat berlanjut untuk diselenggarakan di tahun-tahun mendatang.