Home Berita Belajar Keberhasilan Kota Bandung Menjadi Destinasi Smart City dan Ekonomi Kreatif

Belajar Keberhasilan Kota Bandung Menjadi Destinasi Smart City dan Ekonomi Kreatif

1922
I Gst Ngurah Oka Darmawan, saat tukar cindra mata dengan Sekretaris Diskominfo Bandung, Yayan Ahmad Brilyana
I Gst Ngurah Oka Darmawan, saat tukar cindra mata dengan Sekretaris Diskominfo Bandung, Yayan Ahmad Brilyana

Dari PIP 2015 Pemkab. Badung

Gelar Kota Kembang Bandung, sebagai kota dengan SDM kreatifitas terbesar,sudah lama disandang kota yang berpenduduk 2,5 juta ini.Sejak lama juga kota ini dikenal sebagai kota fashion,Mode karena sebagian pabrik Tekstil berada di Jawa Barat, dan terkenal dengan udaranya yang sejuk,alam dan budaya serta Kulinernya khas tanah Sunda.Bahkan beberapa tahun belakangan ini, Bandung terus menerima gelar sebagai kota cerdas (Smart City).

Berpedoman akan adanya opini yang menyebutkan , tidak akan ada satu kotapun dibelahan dunia akan maju tanpa adanya konsep pemanfaatan pola Smart City, tanpa adanya SDM dengan semaksimal mungkin menggunakan Teknologi Informasi ( Information Technologi – IT ). Hal inilah yang sudah dijalankan Pemerintah Kota Bandung- Jabar,hingga kota kembang ini terpilih menjadi Pilot Project “Smart City” – kota terkreatif se Asia Timur di Yokohama, Jepang.

Shutlle Bus, khusus Wisatawan utk keliling kota    Bandung

Dengan penghargaan itulah, Pemkot Bandung membuat slogan “Bandung Creative City” untuk mendukung terwujudnya  kota kreatif yang bermuara mensejahterakan warganya, dengan memfasilitasi pertemuan  dengan komunitas kreatif, antara lain Bandung Creative City Forum (BCCF ), Common Room.

Walau belum maksimal berhasil menata kota dengan segala problem sosialnya, kota Bandung berpenduduk 2,3 juta orang ini, harus berkerja keras memanfaatkan semua line masyarakat, termasuk pengusaha lewat CSR nya, menuju kota yang cerdas terpilih sebagai Kota Pertama Terpintar,melalui Bandung Technopolis dan Paris Van Java di Indonesia.Sebagai pusat pertmbuhan ekonomi berbasis inovasi ICT (Information, Communication, and Technology)

Pemkab. Badung, bersama peserta Pekan Informasi Pembangunan ( PIP ) Thn 2015 ini,selama 2 hari ( 27-28/5 ) melakukan study banding ke Kota Bandung untuk mempelajari apa saja program yang cocok untuk diterapkan di Kab.Badung. Dikoordinasikan Kabag.Humas & Protokol Setda Badung, A.A Raka Yuda, SE bersama Asisten Admistrasi Umum Setda Badung, I Gst Ngurah Oka Darmawan, dan belasan wartawan berkesempatan melihat langsung kota kembang Bandung, dipimpin Teknorat Profesional jebolan ITB Ir.Ridwan Kamil yang baru 1,5 tahun menjabat,berhasil menggagas ide kreatif, membuahkan penghargaan dalam dan luar negeri.

I Gst Ngurah Oka Darmawan menjelaskan,dpilihnya Pemkot, Bandung sebagai lokasi studi banding PIP 2015, karena  kota Bandung  mengalami perubahan luar biasa,salah satunya leadership, kepimpinan political will, comitmen jelas,yang mengacu pada aturan yang diterapkan, “Ketika potensi daerah bisa dikembangkan,akan menjadi kekuatan riil  dan multiflayer efek bagi kesejahteraan masyarakat,” tandasnya..

Lalu apa yang telah dilakukan Pemkot. Bandung, meski ada kemiripan dengan Kab. Badung, yang minim sumber daya alam dan masih adanya kesenjangan pembangunan antara Badung Utara dan Selatan,Pemkot Bandung lebih memaksimalkan sektor jasa dan pariwisatanya, “ Dengan APDB sebesar Rp.4 triliun,namun kebutuhan meembangun infrastruktur mencapai Rp. 9 trilun, “ jelas Sekretaris Diskominfo Bandung, Yayan Ahmad Brilyana,saat menerima roombongan dipimpin Asisten Adminsitrasi Umum Setda Badung, I Gst.Ngr.Oka Darmawan, baru baru ini di Auditorium Pemkot. Bandung.

Untuk mengintesifkan pengembangan kreatifitas, berbagai Festival dipastikan didukung pemerintah, sebagai bagian dari strategi jangka panjang platform ekonomi kreatif berkelanjutan di kota ini, “bekerjasama dengan konsultan melalui forum Pemasaran Kota dan Dewan Pengembangan Ekonomi ( DPE), memfasiliasi promosi dan pemasarab lewat Dekranada  untuk pameran pada event Kriya Pesona Bandung ( KPB ),” jelas Yayan.

Bandung salah satu kota paling kondunsif untuk pengembangan industri kreatif, masyarakatnya yang toleran terhada ide ide baru dan sangat menghargai kebebasan individu modal dasar Bandung berkembang disektor,yang sudah teruji ketahanannya saat krisis ekonomi, yakni UMKM berbasis kreatifitas, “Kaloborasi antara masyarakat, pebisnis, perguruan tinggi, serta media pemerintah bahkan perusahaan besar sangat potensial pertumbuhan ekonomi kreatif di Bandung, ” jelas Yayan,

Hal itu, kata Yayan bisa dirasakan dan jadi unggulan pertumbuhan ekonomi yang memuaskan, diantaranya bidang musik, seni desain,arsitektur, IT dan kuliner ,fashion yang selalu Aptodate yang gampang didapatkan di Factory Outlet ( FO ). Clothing Company ( CC), atau Distro, bahkan di pusat perbelanjaan dengan kreatifitas menarik dan unik, seperti gantungan kunci dan buah tangan lainnya.

Ditengah keterbatasan biaya pembangunan, Ridwan Kamil, kata Yayan menuntut jajaran SKPD percepatan pembangunan agar 5 -10 mendatang menghasilkan sesuatu untuk kesejahteraan warga Bandung,salah satunya memanfaatkan IT dan memaksimalkan peran pengusaha lewat Corporate Social Responsibility ( CSR ), nya.Hal itu bisa dilihat dari penataan kota,dengan taman, trotoar, lampu yang tertata rapi,semua peran dari perusahaan.

Di Kota ini,tidak terlihat lagi tumpukan sampah disembarang tempat,Julukan Bandung Lauatan Sampah,sudah hilang.Namun sebaliknya keindahan kota,hijau rumput taman, perkantoran dan tanaman hias disudut kota dan rindangnya pohon menjadikan kota Bandung nyaman untuk dikunjungi,walau kemacetan tetap dirasakan.

“Dalam penataan kota, dan pembuatan Commamnd Center,sebuah ruangan komando terintegrasi dengan seluruh data dan pelayanan publik yang bisa diakses semua CCTV, se-Pemkot Bandung, adalah bagian dari peran swasta, diantaranya PLN, Telkom, dan operator Selular lainnya, “ jelas Yayan.Ruangan khusus Command Center,didesain seperti Star Trek. Di dalamnya tersedia monitor berukuran layar lebar memiliki aplikasi data cuaca,peta,video feed,special vehicles lokasi, dan vidio analisis terintegrasi ke internit,dioperasikan tenaga ahli IT muda profesional yang direkrut secara khusus.

Diruangan inilah setiap hari Wali kota Ridwan Kamil, akrab dipanggil Kang Emil memantau kinerja dan jalannya birokrasi,karena semua data bersumber dari Command Center.Konsep memanfaatkan IT untuk menjalankan semua program Pemkot Bandung,menjadi kekuatan utama.Karena hampir setiap tahun ribuan PNS pensiun,sementara mereka dituntut untuk melayani 2,3 juta penduduknya.

Sedangkan MenPAN hanya memberi jatah pengangkatan 200 PNS saja,”Semaksimal mungkin SDM PNS,camat dan lurah yang ada diwajibkan, untuk menguasai IT dan siber media sosial seperti Twiter, Facebook, Whatsapp., hingga tak ada alasan, tidak melaporkan kinerja mereka setiap hari ke Wali kota,” papar Yayan.

Ide Kreatif lainnya khusus pariwisata yang bermuara meningkat ekonomi warga Bandung, Kang Emil, kata  Yayan didampingi Staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Nanang Sodikin, sadar wisata sudah lama tumbuh dari warganya,tak beda dengan krama Kab.Badung,Bali UMKM tumbuh semakin pesat lewat berbagai kuliner, dan oleh oleh khas Bandung terutama fashion, wisata alam,menjadikan kota menjadi Kota Pariwsata mewakili Indonesia yang terdaftar dalam  World Tourism City Federation ( WTCF ) – ( Nani )

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here