Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Sabet 3 Penghargaan Prestisius Dunia

7

Prestasi Tingkat Dunia, diraih Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai dalam hal memberikan pelayanan bagi pengguna jasa Bandar Udara sudah tidak perlu diragukan lagi. Airport Council International (ACI) dalam rangka Airport Service Quality (ASQ) Awards 2017 menganugerahkan 3 awards untuk Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai.
Bertempat di Halifax, Nova Scotia, Kanada, Rabu (12/9),lalu penganugerahan diberikan langsung Direktur Jenderal ACI World, Angela Gittens kepada Co.General Manager Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Sigit Herdiyanto.
ASQ Awards merupakan penghargaan tahunan tertinggi bagi Bandar Udara dengan tingkat pelayanan terbaik di dunia yang dilakukan ACI, sebuah organisasi kebandarudaraan global berbasis di Montreal, Kanada.Penilaian ASQ Awards dilakukan berdasarkan survei kepuasan terhadap layanan Bandar Udara. Sekitar 600 ribu orang pengguna jasa Bandar Udara menjadi partisipan survei ini setiap tahunnya. Sejak 2006, ASQ telah melakukan pengukuran kepuasan pengguna jasa Bandar Udara, dengan lebih dari 340 Bandar Udara yang berpartisipasi di 85 negara.
Metodologi ilmiahnya, prosedur kontrol kualitas yang ketat, dan komitmen terhadap ketidakberpihakan menjadikan survei ASQ sebagai standar global untuk mengukur kepuasan pengguna jasa Bandar Udara, jelas Sigit Herdiyanto, kepada puluhan media,Selasa ( 18/9 ) Kantor Angkasa Pura I, Bandara Gst Ngurah Bali.
Didampingi Communication and Legal Section Head, Arie Ahsanurrohim, ia menjelaskan, ada tiga penghargaan yang berhasil diraih Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai yakni, The 1st World Best Airport by Size 15-25 million(Peringkat Pertama Bandar Udara Terbaik di Dunia kategori Bandar Udara berpenumpang 15-25 juta orang per tahun). Ke 2 The 2nd Asia – Pacific Best Airport (over 2 million passengers per year) (Peringkat Kedua Bandar Udara Terbaik di Asia-Pasifik berpenumpang di atas 2 juta orang per tahun)
Penghargaan ke 3 Best Airport by Size and Region in Asia-Pacific (15-25 million passengers per year) (Bandar Udara erbaik di Asia-Pasifik (kategori Bandar Udara berpenumpang 15-25 juta orang per tahun), Sigit Herdiyanto yang menerima langsung penghargaan sangat menyambut baik hal ini Mewakili manajemen, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya service excellence di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, imbuh Sigit.
Kami meyakini, seluruh stakeholders di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali telah dan terus akan memberikan pelayanan yang optimal guna kepuasan pengguna Jasa Bandar Udara mulai dari Airline Operators, Mitra Usaha, Ground Handling Operators dan sebagainya,” tandasnya.
Beberapa penilaian menjadi unggulan oleh ASQ Awards 2017 di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai adalah ruang tunggu yang nyaman, petugas service yakni Customer Service Officer maupun GRO (Guest Relations Officer) sigap melayani, tingkat keamanan yang sangat tinggi dari Airport Security, serta kenyamanan fasilitas parkir mobil yang multi-level car park (MLCP), serta ambience Airport termasuk commercial area berstandar Bandar Udara kelas dunia.
Komitmen perbaikan terus menerus dilakukan Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai untuk meningkatkan level of service bagi pengguna jasa Bandar Udara, beberapa diantaranya berbagai macam kegiatan hiburan di ruang tunggu keberangkatan penumpang pada saat penyelenggaraan thematic event. Selain itu, petugas Customer Service juga sudah mendapatkan pelatihan Bahasa Mandarin dasar untuk membantu penumpang khususnya wisman asal China,melalui Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai saat ini mendominasi.
Keberadaan multi-level car park dilengkapi dengan parking guidance system yang memudahkan pengguna jasa Bandar Udara untuk menemukan lokasi parkir yang masih tersedia,” ujar Sigit menambahkan, Inovasi pelayanan di tahun 2017 didukung adanya repacking area di Terminal Keberangkatan Internasional,merupakan satu-satunya di Bandar Udara Indonesia. Fasilitas ini disediakan dengan pertimbangan karakteristik penumpang mancanegara yang selalu melakukan repacking baggagenya sebelum melakukan proses check-in.

Untuk mempertahankan dan meningkatan layanan yang sudah dicapai pada tahun 2017, Di tahun 2018 banyak inovasi pelayanan yang dilakukan Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai yakni penambahan mesin Autogate Keimigrasian, mesin body scanner dan juga smartlane X-ray pada area pemeriksaan screening check point di Terminal Internasional, dan untuk kecepatan proses check-in, disediakan mesin self check-in service yang memudahkan penumpang tanpa harus mengantre, tutup Sigit.

Pengembangan Bandara Ngurah Rai Telan Dana 2,2 Triliun
Sementara itu, untuk kesiapan helatan akbar Conference IMF World Bank, dimulai 8 13 Oktober mendatang , beberapa proyek pengembangan penambahan area parkir pesawat ( Apron Barat dan Timur), dan Gedung Tamu VVIP, serta gedung parkir berlantai 5, sudah memasuki tahap penyelesaian dengan progress pembangunan rata rata rampung 96 %.Untuk pengembangan ini, Angkasa Pura I Gelontorkan Dana Rp 2,2 Triliun
Arie Ahsannurohim menyebutkan, Paket 1 design 7 Build pematanganlahan pantai Sisi Barat dan kontruksi Apron Barat, mencapai 71 % Deviasi 2,570 %.Sedangkan, Apron dengan luas 8 hektar untuk kesiapan IMF, sudah hamper rampung yakni 99.141%, Untuk Paket Kontrukis Apron Timur dan Pemindahan Sewage Treatmen Plant ( STP ) progressnya 97,480 %.
Untuk Paket 3 Gedung VVIP Base Ops TNI dan Penggantian Line Maintenance Airline memasuki Miggu ke 3 sudah direalisasikan 96,047 %, jelas Arie, kepada media saat diajak memantau proyek pengembangan, Selasa ( 18/9 ) di Bandara Ngurah Rai.
Jika tidak ada halangan, target rampung tiga paket pengembangan itu, akhir September sudah bisa dituntaskan,karena dari rapat terakhir Managemen AP I, 23 September akan dilaksanakan, Upacara Prascita ( pembersihan semua pembangunan ), dan 28 dilaksanakan Upacara Mlapas semua proyek, ini berarti semua area pengembangan, siap di operasikan, jelas Arie. ( Nani )