Bali Clean Energy Forum 2016 Kabupaten Jembarana Terpilih Sebagai Clean Energy Center of Excellence

947

Bali terpilih menjadi salah daerah sebagai CleanEnergy Center of Excellence (CoE ), atau Pusat Keunggulan Energy Bersih Indonesia kepada masyarakat Internasional.  Sebagai tindak lanjut dari CoE, Kab.Jembarana,dijadikan daerah bagi penelitianm pengembangan dan hasil penelitian, pendidikan, dan peningkatan kapasitas pelaksaan, hingga Investasi.

Hal itu ditegaskan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM ), RI Sudirman Said, kepada pers disela  Bali  Clean Energy Forum  2016, Kamis ( 11- 12/2) di Nusa Dua,yang dibuka resmi Wapres Jusuf Kalla, dihadiri Gubernur Bali, I Made Mangku Pasti, dan 1.200 peserta, dari perwakilan berbagai negara parisipan diantaranya Saudi Arabia, Australia, Timor Leste, Malaysia, Papua Nugini, Srilanka, Kamboja, Hungaria, Amerika Serikat, Denmark, Jepang, Swedia, Selandia Baru, Jerman, Swiss, Inggris, Kroasia, Azerbaijan, Norwegia, Kazakhstan, Finlandia, Spanyol, Iran, Perancis, Belgia dan Uni Eropa.

“ Dalam pengembangan dijadikannya Kab. Jembarana, Provinsi Bali sebagai CoE,terdapat 3 menu utama yakni informasi,tekonlogi dan pendanaan. Terpilihnya Bali,selain menjadi tujuan wisatawa Dunia dimana kebersihan lingkungan menjadi penting, juga Bali sudah memiliki konsep Tri Hita Karana, “ jelas Sudirman Said.

Menteri menyatakan, CoE akan menjadi kanal bagi kesiapan nasional mewujudkan sisten energi berdasarkan sumebr energu besi dan berkelanjutan, dan mendukung percepatan pengembangan energi terbarukan menjadi 23 – 30 persen bauran energy nasioanl tahun 2025 mendatang.

“ Untuk empat tahun mendatang fokus CoE mendukung program ketenagalistrikan 35 MW, dimana 25 persen atau sekitar 8,8 GW akan datang dari energi terbarukan, “ imbuh Sudirman Said.Pemerintah sendiri, kata Menteri sudah mealokasikan dana APBN untuk energy terbarukan sebesar Rp.2,5 Triliun khususnya pembangunan infrastruktur untuk mendorong investor berinvestasi di energy terbarukan, termasuk negara Timur Tengah seperti Arab Saudi.

Gubernur Serukan Pemanfaatan Energi Bersih di Dunia                                             

Gubernur Bali berharap mulai dari Bali dalam pemanfaatan energi bersih bisa diikuti oleh Negara lainnya di Dunia.Karena saat ini kontribusi Bali dalam menjaga lingkungan sudah dilaksanakan, dari berbagai program Pemrov,mencapai daerah green province seperti Simantri (Sistem Pertanian Terintegerasi) menghasilkan pupuk organik dan biogas penggganti bahan kimia, Bali Clean and Green, dll.

Made Mangku Pastika mengatakan,setiap program di Bali diekankan kepada pro job, pro poor, pro culture dan pro environment,dan filosofi masyarakat Bali yaitu Tri Hita Karana, secara langsung  memaksa masyarakat Bali, cinta terhadap lingkungannya. “Kami tiap tahun merayakan Nyepi. Tidak ada lampu, tidak ada polusi semua orang diam di rumah, bahkan bandara dan pelabuhan tutup. Dunai pun sudah mengakui, Nyepi adalah salah satu kontribusi Bali untuk dunia dalam rangka penghematan energy,” imbuhnya.

Ia berharap BCEF bisa merumuskan beberapa masukan dijadikan  sebuah kebijakan untuk menyelamatkan lingkungan,“ Ke depan Bali juga bisa dikenal sebagai Island of Clean Energy selain sebagai Island of God, Island of Paradise dan Island of Love,” imbuhnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, BCEF 2016 , sangat penting untuk menguatkan pembangunan energi nasional, namun juga internasional. Indonesia diberi kehormatan untuk memulai dialog antar negara yang memiliki kepentingan serupa dalam pengembangan energi bersih, “ Juga  membentuk kemitraan global guna menjembatani kesenjangan dan memastikan tercapainya target energi bersih yang berkelanjutan bagi setiap orang, “ tegasnya.Ia berharap ke depan kontribusi Indonesia dalam menggagas forum ini, berdampak positif untuk keadaan iklim.

Wapres bersama Gubernur dan Menteri ESDM saat meninjau   Both pameran Teknolgi Energy terbarukanDirektur International Energy Agency, Dr Fatih Birol mengapresiasi forum ini. Ia menilai Indonesia sudah siap memasuki era baru pemanfaatkan energy bersih, “  saat ini perubahan iklim dunia sudah parah dan pemanfaatan energi dari bahan fosil berkontribusi terbesar dari pemanasan global, “ jelasnya.Ia berharap forum  bisa merumuskan beberapa masukan untuk pemerintah dalam upaya mengefisiensikan energy, dan  memaksimalkan penggunaan energy bersih.

“ Saat ini Indonesia telah merencanakan banyak program ambisius, dan dikhawatirkan menghabiskan banyak energy, di tengah tidak menentunya harga bahan bakar mentah. Maka pemanfaatan energi bersih sangat diperlukan, “ tandas Fatih Birol, seraya mengingatkan,agar Indonesia menyerukan energy bersih kepada dunia, supaya program dari Indonesia sendiri tidak sia sia.

BCEF diisi Pertemuan Tingkat Menteri dan Lembaga Internasional,dihadiri  perwakilan pemerintahan dari 26 negara dan 19 lembaga internasional, Pertemuan Tingkat Ahli dan Pemangku Kepentingan  sekitar 300 orang pakar/ahli,juga Pertemuan Bisnis: dalam bentuk eksebisi dan marketplace,lebih dari 700 pengusaha nasional dan internasional.

Selain itu,melibatkan Pertemuan Masyarakat Sipil; dihadiri  53 orang perwakilan organisasi masyarakat sipil, dan  Pertemuan Komunitas Muda sebanyak  62 orang, yang menyampaikan gagasana mereka untuk melaksanakan kampanye Energy Bersih Oktober mendatang.Nampak pula hadair Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis, MH ( Nani )