Bali Bukan Pulau Plastik

1

Bali Inspirasi.Ubud-Bali,Jaga Jagad: Kepedulian desa terhadap pengurangan timbulan sampah plastik
Ubud, Bali. 14 Juni 2019 kmarin – Beragam inisiatif dan solusi untuk Bali bebas sampah plastik telah
banyak didengungkan baik oleh komunitas, pemerintah, sekaligus sektor swasta lainnya.

Dalam rangka memperluas jangkauan serta jejaring kampanye tersebut, Kopernik bekerja
sama dengan TrashStock dan STT Sapta Petala menggelar acara publik bertajuk Jaga Jagad.
Acara ini telah diselenggarakan pada 15-16 Juni 2019 di Desa Taro, Br. Ked, Gianyar, mulai
pukul 07.00 – 23.00 Wita.
Jaga Jagad melibatkan komunitas desa sebagai aktor penggerak inisiatif pengurangan
timbulan sampah plastik sekali pakai.

“Dengan menggunakan pendekatan budaya lokal, Jaga
Jagad akan menjadi ruang temu antar warga dan pegiat lingkungan (seniman, musisi) untuk
meningkatkan wawasan, peran serta sekaligus komitmen untuk turut mendukung ekosistem
lingkungan bebas dari sampah plastik sekali pakai,” ujar Andre Dananjaya, Senior Project
Officer di Kopernik.

Keterlibatan warga setempat diharapkan dapat turut aktif dan
berkelanjutan dalam penyelenggaraan agenda adat yang bebas dari sampah plastik sekali
pakai, seperti tas kresek, botol minum kemasan, serta pembungkus makanan plastik.

Rangkaian acara Jaga Jagad akan dimulai dengan resik desa, yang bertujuan meningkatkan
kesadaran warga mengenai pencegahan timbulan sampah plastik sekali pakai serta tata
kelola sampah yang baik dan bisa diterapkan pada skala desa. Acara akan dilanjutkan
dengan serangkaian workshop kreatif tentang cara menggunakan bahan baku sampah
plastik, yang nantinya akan dipamerkan pada gelaran acara serupa.

Untuk meningkatkan
pengetahuan seputar pencegahan timbulan sampah plastik sekali pakai, panitia turut
memutar film berjudul Pulau Plastik serta diskusi publik bertajuk Bali Bukan Pulau Plastik.
Turut hadir sebagai pembicara pada diskusi tersebut, di antaranya: Gede Robi Navicula
(Musisi/Aktivis Lingkungan) dan Ida Ratu Mas Dalem Segara (Sulinggih). Diskusi tersebut akan
membahas keterkaitan adat dalam menanggulangi masalah plastik dan apa saja solusi yang
bisa dilakukan.

Acara ini turut dimeriahkan pertunjukan musik dan hiburan oleh Gde Robi
Navicula, Geeksmile, Leeyonk Sinatra, Bondres serta beberapa artis lokal lainnya.

Jaga Jagad diharapkan dapat memberikan contoh bagi banjar lainnya di Bali untuk
mengadakan gelaran acara yang tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai. Apalagi
mengingat di bulan Juni ini akan diberlakukan Pergub Bali mengenai penggunaan timbulan
sampah plastic sekali pakai.

“Memang menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk
memastikan panitia dan para warga yang hadir membawa sendiri botol minum mereka dan
juga memastikan tidak ada sampah plastik selama Jaga Jagad berlangsung. Astungkara,
acara ini dapat menjadi inspirasi bagi banjar desa lainnya” jelas Didi Darmadi, selaku panitia.bali inspirasi