Badung Siap Naikan Bantuan Dana Sampai Rp 10 Miliar BTTF 2019

3
Bayers dan Sellers bertransaksi dalam BTTF 2018

Setelah sukses menjadi tuan rumah Bali & Beyond Travel Fair 2018 ( BTTF ) terkemuka di Indonesia bertema Exploring the Colours of Indonesia, yang berakhir Jum,at ( 29/6 ) di BNDCC Nusa Dua Bali,Pemerintah Kabupaten Badung kembali menunjukkan komitmen untuk menjadi co-host Bali & Beyond Travel Fair ( BTTF ) tahun untuk 2019.Badung telah mempersiapkan sejumlah agenda untuk tahun depan dengan lebih internsif.

Pengembangan program wisata desa tertinggal yang ditampilkan di Kampung Bali Pavilion yang terintegrasi dengan propinsi lain sebagai satu program untuk meningkatnya keinginan wisatawan dari luar negeri khususnya, yang ingin merasakan kehidupan di tengah pedesaan Bali,” Kami melihat potensi besar dalam pariwisata Nomad, pariwisata berbasis alam, wisata spiritual dan kesehatan hingga pariwisata modern dan mewah. Semua sudah diatur dengan cara yang unik.” Jelas Kadisparda Badung, I Made Badra, kepada Koran ini, disela Seminar BTTF 2018 di BNDCC, Nusa Dua, pecan lalu.

Ia mengatakan, Pemkab.Badung dibawah kepimipinan Bupati Nyoman Giri Prasta, sudah menjadikan BTTF sebagai Market Place untuk meningkatkan kunjungan wisatawan datang ke Bali, berbagai program sudah disiapkan dan sedang berjalan, diantaranya terus akan memberikan biaya penyelenggaraan BTTF dengan menambah bantuan dana dari Rp. 7 Miliar, menjadi Rp. Miliar untuk tahun 2019 nanti, dan menjadi tuan rumah untuk menjamu tamu dan Seller dan Buyers, yang dating dari dalam luar negeri.

Sebagai daerah tujuan paling banyak dikunjungi wisatawan, Kab. Badung merasa memiliki tanggungjawanb untuk memajukan wisata di Bali, untuk itu beberapa daerah seperli Kab. Bangli, Kab. Klungkung, Buleleng, dan Karangasem dalam BTTF 2018 ini diberikan fasilitas gratis untu membuka Booth ( Stand ) memamerkan potensi destinasi dan produk apa saja yang mampu menarik wisatawan dating ke daerah mereka,
Sellers dan 68 trade buyers, sebanyak 320 orang dari 41 negara ditambah 63 buyers dalam negeri yang dihadirkan penerbagangan Garuda Indonesia, mereka juga dijaka untuk mengunjungi desa wisata di Kab. Badung, dan dijamu makan malam di Garuda Wisnu Kencana atas udangan Bupati Badung Giri Prasta, “ BTTF tahun 2018 ini, juga diliput 36 media asing, juga puluhan media Indonesia dan daerah, dengan adanya BTTF Badung optimis target 10 juta wisatawan dating ke Bali, akan tercapai, “ tandas Badra.

Badung sendiri terus gencar lakukan promosi ke berbagai Negara,dengan Sales Promotion, yang telah dilakukan sepanjang tahun 2018 ini, dan adanye pengembangan destinasi wisata seperti Sport Taurism, Desa Wisata, dan berbagai festival dihampir semua desa, Badung siap menjadikan daerah ini, terus kebanjiran wisatawan, “ Aapalagi sejumlah infrastruktur seperti jalan, dan fasilitas berstandar di desa sudah terbina dengan baik, karena 85 % PAD Badung dari Pajak Hotel dan Restauran,jadi ita akan terus berbenah, “ tandas Badra.

Badra mengatakan,bencana alam seperti situasi Gunung Agung telah ditangani dengan cara yang tenang dan strategis – dengan mengaktifkan Bali Tourism Hospitality atau bertindak sebagai Crisis Center Ministry of Tourism, Badung berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan untuk memastikan,semua penumpang yang mungkin terdampar di bandara diperlakukan paling cara keramahan sebanyak mungkin. Perjalanan darat ke bandara Surabaya atau bandara Lombok harus ditangani secara profesional.

“ Sistem komunikasi di tempat untuk memastikan semua diperbarui berdasarkan fakta.”imbuh I Made Badra,terkait penanganan dan evakuasi wisatawan, yang tedampak erupsi Gunung Agung,yang terus aktif mengeluarkan asap abu untuk meletus.
BTTF 2018 Raih Transaksi 7,71 Triliun

Untuk memenuhi harapan dari pemerintah, Ketua Panitia BTTF Ketut Ardana, menyebutkan, tahun ini para sellers yang berpartisipasi berasal dari 5 negara; Timor Leste, Thailand, Kamboja, Uzbekistan dan tentu saja Indonesia – dengan total terdaftar 241 sellers dari operator hotel bintang 5, kelompok manajemen, agen perjalanan dan perwakilan kabupaten. Ini berarti kinerja dan statistik BBTF 2018 telah berjalan dengan baik, dengan 60,80% peningkatan jumlah buyers dan 28,19% peningkatan jumlah sellers jika dibandingkan dengan BBTF tahun 2017,untuk meraih perkiraan transaksi total sebesar $593,310,000 atau 7,71 triliun Rupiah.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Kementerian Pariwisata Indonesia, Prof. I Gede Pitana “BBTF mengatakan, komitmen pemerintah untuk menempatkan Pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi di banyak tujuan baru di Indonesia. Bali sebagai pusat kegiatan untuk memamerkan, dan perhatian diarahkan ke-4 destinasi baru sebagai prioritas.

Mereka adalah Mandalika di Pulau Lombok, Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Komodo Labuan Bajo di Flores yang sudah siap dengan infrastruktur, aksesibilitas, atraksi, fasilitas, ditambah sumber daya manusia”. Oleh karena itu setelah BBTF berakhir, semua buyers dan sellers diajak mengikuti kegiatan Post-Tour dengan beberapa pilihan tujuan: Banyuwangi, Jogjakarta, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jembrana dan banyak lagi.

“Keberhasilan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) sejak diluncurkan 5 tahun lalu, mewakili sinergi Penta-helix di Bali sebagai pusat kegiatan dan panggung untuk mempromosikan atau menampilkan tempat tujuan lain. Kementerian Pariwisata mendukung BBTF, dengan rekam jejaknya yang luar biasa dan kinerja yang terbukti sebagai pameran travel terkemuka di Indonesia.” kata Menteri Pariwisata Indonesia, Arief Yahya.

Dari sisi pariwisata digital; tren teknologi berkembang pesat diyakini memberkan pengaruh besar dalam pariwisata Indonesia di masa depan. Mengikuti perkembangan era digital saat ini, BBTTF menggunakan pendaftaran, basis data, dan kehadiran dalam sistem berbasis Cloud semua peserta, baik pembeli dan penjual, bisa melakukan transaksi bisnis sesuai dengan jadwal mereka. Sistem ini diharapkan membantu BBTF menyaring dan menentukan market segment tahun mendatang, untuk memastikan, BBTF di 2019 lebih terorganisir dengan sistematis canggih. ( Nani )