Awal September 2017 Tol Bali Mandara Uji Coba Berlakukan Transaksi Non Tunai

197
Deputi Perwakilan Bank Indonesia Bali, Azka Subhan, bersama Dirut. Jasa Marga Tol Bali Mandara, men sosialisasikan kebijakaan enggunaan E- Toll atau UNIK ( Uang Elektronik ) , Selasa ( 8/8) di Denpasar.

Sejalan dengan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),bersama Bank Indonesia (BI) menyepakati kerjasama meningkatkan elektronifikasi di jalan tol.Hal itu ditandai Penandatanganan Kesepakatan Bersama Nomor: 19/5/NK/GBI/2017 dan 06/PKS/M/2017 tanggal 31 Mei 2017 oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dengan Gubernur BI Agus Martowardoyo tentang kerjasama dan berkoordinasi dalam pelaksanaan tugas Bank Indonesia dan Kementerian PUPR, dimana salah satunya terkait penerapan transaksi tol non tunai dalam mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).
Penandatanganan kesepakatan tahapan awal agenda elektronifikasi jalan tol di Indonesia dimulai dengan pelaksanaan kampanye elektronifikasi secara nasional menuju penerapan Multi Lane Free Flow (MLFF) atau pembayaran tol tanpa henti (pengguna jalan tol tidak harus menghentikan kendaraan di gerbang tol).
Transaksi tol non-tunai atau uang elektronik saat ini baru sebesar 23% dari lalu lintas harian rata-rata sekitar 4,5 juta kendaraan per hari. Ditargetkan pada bulan Oktober 2017, seluruh ruas tol menggunakan transaksi non tunai.
Menyikapi kesepakatan tersebut PT Jasamarga Bali Tol, selaku Pengelola Jalan Tol Bali Mandara menyatakan kesiapanya menerapkan transaksi tol non tunai 100%. Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, Akhmad Tito Karim menyatakan siap menyukseskan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) tersebut.
Didampingi Deputi Kepala Perwakilan BI Bali, Azka Subhan, Selasa( 8/8 ) di Denpasar,kepada wartawan Tito menjelaskan, Jalan Tol Bali Mandara siap menerapkan transaksi non tunai 100%, karena sejak beroperasi seluruh gardu tol kita sudah bisa melayani transaksi non tunai 100%. Hanya saja, suksesnya penerapan transaksi tol non tunai tidak tergantung pada pihaknya saja tetapi juga dibutuhkan peran serta aktif dari masyarakat serta pihak Perbankan sebagai Issuer (penerbit) uang elektronik (UNIK).
Sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia untuk membuka seluas-luasnya partisipasi bank dalam penyelenggara transaksi tol non tunai tersebut, ke depan akan semakin banyak bank yang ikut serta dan masyarakat akan semakin dimudahkan mendapatkan uang elektronik (UNIK) dan semakin mudah mengisi ulangnya.
“ Kami berharap bank penerbit uang elektronik (UNIK) semakin banyak dan masyarakat penguna UNIK juga semakin banyak sehinga volume transaksi tol non tunai juga akan meningkat, ini adalah salah satu peran serta kita sebagai warga Negara dalam mendukung program pemerintah menuju less cash society” Kata Tito.
Dikutip dari data Bank Indonesia (BI), tahun 2011, nilai transaksi uang elektronik mencapai lebih dari Rp 981 triliun. Meroket tajam pada 2016 menjadi Rp 7.063 triliun. Di awal kuartal pertama tahun ini saja sudah mencapai Rp 2.858 triliun. Untuk itu, Bank Indonesia bersama perbankan sebagai pemain utama dalam penyediaan layanan sistem pembayaran kepada masyarakat perlu memiliki visi yang sama dan komitmen yang kuat untuk mendorong dan terus meningkatkan penggunaan transaksi non tunai oleh masyarakat dalam mewujudkan less cash society.
Berdasarkan data dari Humas PT Jasamarga Bali Tol, saat ini volume lalin Jalan Tol Bali Mandara sekitar 50.000 kendaraan per hari. Dari jumlah tersebut baru 14% yang transaksinya mengunakan uang elektronik (UNIK), “ Dalam uji coba awal September kita akan melihat dan mengukur sejauh mana warga Bali pengguna Tol, memanfaatkan E.Toll, beberapa organisasi transportasi, dan Group Blue Bird sudah membekali semua supirnya dengan E-Toll,” jelas Tito
Uang elektronik (UNIK) ini, bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kelancaran transaksi tol agar dapat mengurai antrean pembayaran tol,“ Kalau membayar dengan uang tunai butuh waktu sekitar 14 detik setiap transaksi, sedangkan jika mengunakan uang elektronik cukup 2 detik saja. Cukup ditempel dan portal tol akan terbuka,” Kata Tito.Kendalanya, tidak semua kalangan masyarakat care dengan E- Toll,bahkan tidak sedikit yang memahami transaksi non tunai ini.
“ Untuk saat ini uang elektronik yang dapat digunakan di Jalan Tol Bali Mandara baru E-money, E-toll (Bank Mandiri), Brizzi (BRI), Tap cash (BNI), BPD Bali (BPD Bali) dan Blink (BTN). Sedangkan Untuk Flazz (BCA) dan Mega Cash (Bank Mega) masih dalam Proses pemasangan”.
Menurut Tito, Uji coba pemberlakuan transaksi non tunai 100% di Jalan tol Bali Mandara diberlakukan secara bertahap, mulai September 2017 dan mulai aktif Oktober 2017 diberlakukan seluruh Gerbang Tol Bali Mandara.
Ia mengimbau masyarakat untuk mulai membiasakan diri mengunakan uang elektronik setiap melewati jalan tol, karena mulai 1 Oktober 2017 nanti bayar tol tidak bisa lagi mengunakan uang tunai, harus mengunakan uang elektronik (UNIK), “ Kami harap masyarakat siap dengan kebijakan ini. Mari kita bersama-sama menyukseskan Gerakan Nasional Non Tunai. ( Nani )