Arak dan Rempah 3.0 Crist Salans di Gastro-Bar Spice by Chris Salans, Ubud

1
Chef Owner Chris Salans dari gastro-bar Spice by Chris Salans - foto: Istimewa

Chef Owner Chris Salans dari gastro-bar Spice by Chris Salans – foto: Istimewa

Arak Bali mulai mendapatkan tempat dan menjadi salah satu menu minuman di sejumlah kafe maupun restoran di Bali. Event untuk mempromosikan Arak pun kerap digelar.

Di Ubud, Chris Salans Restaurant secara berseri menggelar event bertajuk Arak & Spice. Acara itu mengkombinasikan cita rasa Arak yang dipadukan dengan masakan sehingga tercipta rasa baru.

“Ini yang ketiga, kita beri tema Arak & Spice 3.0, event berikutnya di bulan Desember untuk seri keempat,” ujar Crist Salans di gastro-bar Spice by Chris Salans, Ubud, Selasa, 10 September 2019.

Kali ini, pihaknya menghadirkan mixologist Haris Mahendra yang meramu 4 cocktail yang dipasangkan dengan 4 hidangan moderen Indonesia yang diramu oleh Chris Salans sendiri.

Salah satu cocktail yang disajikan yakni, Tales of a Honje yang terbuat dari Arak yang diinfuse dengan bunga jahe. Sebagai tambahan, Harris memberikan nanas, cabe Jawa, serai, bubuk kunyit dan air tonik serta daun mint.

Cocktail yang disajikan menggunakan Arak dan brem Bali yang diproduksi dengan kualitas tinggi oleh pabrikan Dewi Sri.

 

Tampilan unik penyajian minuman di Crist Salans di gastro-bar Spice by Chris Salans, Ubud

Arak sendiri merupakan alkohol sulingan dari beras atau kelapa, dan brem adalah anggur yang dibuat dari beras yang difermentasi.

Minuman-minuman tradisional itu digunakan dalam ritual keagamaan di Bali. Namun, cocktail yang disajikan sama sekali tidak tradisional.

“Dengan pairing yang dilakukan akan muncul rasa baru dari penggabungan antara makanan dan minuman berbahan baku Arak,” jelasnya.

Chris menambahkan, ia memiliki dedikasi untuk membuat produk-produk yang kreatif berbahan lokal Bali dan seluruh penjuru nusantara. Arak & Spice 3.0, menurut Chris memperkenalkan kembali alkohol tradisional Bali. Hal itu, senagai ajang memperkenalkan alkohol tradisional Bali dan mengenal cita rasa Bali sesungguhnya.

Sementara, Mixologist Haris Mahendra mengatakan, ia bukan saja mengeksplorasi bahan baku Arak maupun brem saja. Namun juga menggunakan bahan baku pendukung yang dapat dinikmati berbarengan dengan cocktail yang disajikan.

“Jadi tidak ada bahan yang terbuang, seperti kelapa, tempurungnya kita manfaatkan sebagai gelas, termasuk garnish seperti daun mint dan sebagainya,” jelas Haris.

“Jadi semua bahan bakunya kami gunakan yang mudah didapat di Bali, semuanya ada di sekeliling kita,” tambah Haris.bali inspirasi