ACAK CRUISE

320

Acak acak yang terdiri dari Joselin Wijaya, Ian Diwijaya, Olivia Sembiring, Cindy Kwan, Imme Kristiani Firman, Fattahdilla Mezzaya,serta Feby Herman meramaikan peragaan hari kedua Bali Fashion Trend yang diselenggarakan oleh Indonesia Fashion Chamber dan digelar di TS Suites Bali and Villas, Bali.
Rancangan bertema Acak Cruise ini sebenarnya bergaris ringkas, namun memiliki elemen detail yang relatif rumit, seperti potongan sambung yang tidak lumrah, unsur potong silang, detail lubang yang dapat disisipi tali temali, dan lipit-lipit yang memperlihatkan kreativitas dan keterampilan dalam menangani bahan.
Benang merah yang menyatukan ide hasil kreasi dari tujuh kepala desainer adalah garis busana dalam gaya santai yang edgy dengan aksen hologram untuk anak muda saat menikmati liburan.
Rancangan kasual yang ditampilkan terdiri dari busanabernuansa putih dari bahan neoprene yang bertekstur, dengan kekuatan pada permainan penempatan aplikasi dari bahan hologram dan teknik lipit. Hologram, bahan yang bergaya masa kini itu, juga muncul sebagai detail di atas bahan katun, poliester, silk, neopreneabu-abu dan biru tua, serta menjadi aksen yang kuat pada bahan tradisional lurik bermotif gerimis.

Menilik contoh potongan, tampilan blus berkerah dengan detail bagian lengan yang terlihat seperti “kebesaran”, atau terusan yang seperti hanya “disampirkan”, atau kemeja longgar yang dikenakan terbalik, melahirkangayaedgyyang terlihat pula pada busana-busana lain sepertiterusan celemek, celana pendek, kulot, atau celana longgar dengan potongan dan cara pakaiyang tidak biasa. Hal inisekaligus menjadi sebuah tawaran baru bagi para pecinta mode yang gemar bermain-main dengan padu padan pada busana tanpa harus kehilangan selera dan gaya personanyal.
Sejak pertama kali dibentuk dua tahun lalu, label Acakacak telah menjadi wadah bagi para Perancang Muda lulusan LPTB Susan Budihardjo untuk menghadirkan karya mereka di hadapan publik, juga telah menjadi bagian dari perancang generasi baru yang terus bermunculan sejak dekade kedua tahun 2000-an ini. Jauh hari sebelum arah angin mode di Indonesia menoleh ke arah busana siap pakai, LPTB Susan Budihardjo telah mencanangkan para murid didikannya untuk mendalami desain busana dengan tuntutan perubahan gaya yang sangat cepat ini. Para desainer muda itukini telah membawa kontribusi positif dan angin segar bagi kreativitas, gaya, hingga bisnis pakaian jadi. [*]