22 BPD MoU Fasilitas GMRA Bank Mandiri Selama 3 Tahun Hasilkan Transaksi 96 Triliun

995

Sejak disepakatinya Fasilitasi Global Master Repo Agreement (GMRA),- Mini MRA, antara Bank Mandiri dengan Sejumlah BPD se-Indonesia, tahun 2013 sampai tahun 2015 lalu menghasilkan Transaksi mencapai Rp. 96 triliun.

Memasuki tahun 2016, Bank Mandiri kembali Menandatangani GMRA dengan 22 BPD ,yang dilaksanakan Senin, (01/02) di Kuta,Badung. Penandatanganan Kerjasama ( MoU ). Fasilitasi tersebut dilakukan,  Managing Director Treasury & Markets Bank Mandiri, Pahala N Mansury CFA dengan  22 Direksi BPD se-Indonesia.

BPD tersebut diantaranya, BPD Bali,Riau, NTT,Bangka Belitung,NTB, Papua,Kalteng, Kaltim, Kalsel,dan BPD lainnya, ”  transaksi Ripo yang ditangani pihaknya hingga tahun 2015 ini mencapai Rp. 96 triliun semenjak ditandatanganinya Mini MRA di tahun 2013 lalu, “ jelas Managing Director Treasury & Markets Bank Mandiri, Pahala N Mansury.

Khusus di tahun 2015 lalu transaksi Ripo mencapai Rp. 39 triliun, sedangkan nilai transaksi dengan BPD kisaran 12 hingga 18 triliun per tahunnya,” jelas Pahala.

Ia menjelaskan,MoU GMRA merukan Implementasi  Peraturan OJK Nomor 9 / POJK.04 / 2015 Tanggal 25 Juni 2015 Dan Surat Edaran Nomor 33 OJK / SEOJK.04 / 2015 Tanggal 23 November 2015 Mengenai Transaksi repo.

Regulasi  Berlaku sejak 1 Januari 2016, seluruh transaksi, “Repo yang dilakukan Lembaga Keuangan dengan menggunakan Surat Berharga  diawasi diposkan OJK, wajib menggunakan GMRA Indonesia,” ujar Pahala.

Menurutnya, transaksi repo dapat menjadi salah satu sumber pendanaan dan alternatif Penempatan dana di Pasar Uang antar Bank sehingga, mampu mendukung upaya pendalaman sektor keuangan Indonesia.

Jika dilihat transaksi Repo di Indonesia telah alami transformasi. Berawal pada 2013 dengan MoU ini,Mini MRA (Master Repo Agreement) Diposkan 8 Bank pionir, salah satunya Bank Mandiri. “ Lewat kemudahan bertransaksi, kami yakin Pasar Uang antar Bank akan lebih dalam dan tahan terhadap gejolak, sekaligus memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi bagi perbankan dalam pengelolaan likuiditas,” jelasnya.

Ia berharap dengan melakukan kerjasama dengan seluruh BPD di Indonesia untuk review GMRA Indonesia, BPD akan bisa memiliki lebih banyak alternatif penempatan dana atau sumber dana yang dapat digunakan untuk pengelolaan likuiditas.

MoU ini, disambut positif Direktur Utama BPD Kalimantan Selatan, H. Irfan, kepada Dialog,keikutsertaan BPD Kalsel dalam faslitas GMRA, merupakan langkah tepat untuk memudah transaksasi dalam pengelolaan likuiditas, dan tahan terhadap gejolak keuangan, “  Kita percaya dengan Bank Mandiri,yang sudah mampu menghasilkan transaksi mencapai ratusan Triliun dalam waktu tak lama, “ tandas Irfan.

Ia mengatakan, BPD Kalsel, yang saat ini memliki aset sebesar Rp.12 Triliun, merasa berkepentingan untuk bermain dalam pasar uang antar Bank, baik bank swasta,atau bank asing bersama Bank Mandiri, “ Untuk meningkatkan pendapatan BPD, dan turut serta memajukan ekonomi daerah, BPD Kalsel, saat ini memfokuskan segmen kredit pada UMKM, “ jelas Irfan, menambahkan ditengah menurunnya perdagangan Batu bara,pihaknya sedang giatnya meningkatkan peran UMKM,Perdagangan umum,dan Pariwisata.

Menurutnya, ekonomi Kalsel,meningkat 4,5 %, yang dirasakan  merata dihampir disemua Kab/Kota di Kalimantan Selatan, “ Hal itu bisa dilihat dari data BPS, yang menunjukan, angka Rumah Tangga Miskin ( RTM ),di Kalsel menduduki urutan No 2 setelah DKI Jakarta, “ jelas Irfan.  ( Nani )