Yogyakarta : Pesan untuk Wisatawan

1230

YOGYAKARTA – Museum merupakan wadah bagi para wisatawan yang ingin mengetahui cerita sejarah mengenai suatu kerajaan maupun sejarah kemerdekaan negeri ini. Hampir di setiap daerah membangun sebuah museum guna mempersembahkan kepada masyarakat agar lebih mengenali budayanya. Salah satu museum yang berdiri di Kaliurang, Sleman, Yogyakarta adalah Museum Ullen Sentalu.

Museum Ullen Sentalu ini dibangun pada 1 Maret 1997 dengan menyuguhkan sejarah mengenai kerajaan Mataram, deperti melihat koleksi foto, tulisan, lukisan, maupun benda-benda peninggalan raja. Museum ini juga memamerkan berbagai macam batik yang memiliki motif dari Yogyakarta maupun batik Solo.

Ketika memasuki museum, para pengunjung akan dipandu oleh guide yang disediakan oleh pihak Museum Ullen Sentalu. Pengunjung dilarang berfoto atau mengabadikan momen dalam bentuk apapun ketika berada di dalam museum, hal ini bertujuan agar keaslian dari Museum Ullen Sentalu dan isinya tetap terjaga. Sang pemandu mulai memperkenalkan diri dan bercerita mengenai asal muasal Museum Ullen Sentalu.

“Nama Ullen Sentalu adalah sebuah singkatan dari bahasa jawa, yaitu Ulating Blencong Sejatine Tatarane Lumaku yang artinya nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan. Museum ini didirikan oleh keluarga bangsawan yang dekat dengan keluarga Keraton Surakarta-Yogyakarta yang mempunyai visi mempersembahkan karya seni dan budaya yang layak dipelihara dan dihargai,” jelas Maria selaku pemandu Museum Ullen Sentalu.

Kemudian, sesuai petunjuk pemandu atau guide, pengunjung akan memasuki tiga area, pada area pertama yaitu area Gua Selo Giri di mana terdapat berbagai macam arca, dan gamelan yang terkenal sejak jaman Sri Sultan Hamengkubuwono XIII. Pada area kedua, yakni Kampung Kambang atau desa terapung yang terbagi menjadi lima bagian, di antaranya Pendapa Pengantin gaya Yogyakarta, Ruang Batik Yogyakarta-Surakarta, Ruang Putri dambaan, Balai Sekar Kedaton dan Ruang Batik Pesisiran. Di ruangan Kampung Kambang ini banyak ditemukan koleksi foto, lukisan, naskah, batik, dan sebagainya.

Ada satu ruangan yang sangat cantik, yakni ruangan Gusti Siti Nurul Kamaril Ngasarati Kusumawardhani, putri dari anak Sri Sultan Hamengkubuwono VII yang meresmikan sendiri ruangan istimewanya di Museum Ullen Sentalu pada Tahun 2002 di usianya yang ke-81. Di dalam ruangan Gusti Nurul, banyak terpampang foto dari beliau masih kecil hingga foto beliau saat meresmikan ruangan tersebut. Gusti Nurul ini terbilang unik, karena beliau adalah seorang puteri yang memiliki hobi berpacuan kuda, bermain tenis, dan berenang.

Setelah lelah berjalan mengitari area satu dan area dua, para pengunjung akan disediakan secangkir wedang jahe ketika memasuki area ketiga. Pada area ketiga ini pengunjung baru dipersilahkan untuk berfoto atau mengabadikan museum dalam bentuk apapun. Di luar ruangan, pengunjung akan diperlihatkan sebuah replika dinding Candi Borobudur yang dipajang dengan posisi miring. “Ini sengaja dibuat miring karena sang pemilik museum prihatin terhadap generasi muda yang agak sedikit melupakan sejarah bangsanya,” ujar Maria.

Untuk memasuki Museum Ullen Sentalu, wisatawan lokal akan dikenakan biasa Rp 25.000,-, sedangkan untuk wisatawan asing Rp 50.00,-. Museum ini dapat dikunjungi setiap hari pada hari Selasa sampai Minggu pukul 08.30 – 16.00 WIB, dan untuk hari Senin museum ini tutup. Perjalanan menuju museum ini tidak terlalu sulit, karena kendaraan pribadi maupun bus sekalipun dapat memasuki kawasan museum yang berada di kaki gunung Merapi.

Anida salah satu pengunjung Museum Ullen Sentalu mengakatan datang ke museum ini memang karena ingin mengetahui sejarah kerajaan Yogyakarta. “Ke sini sama teman-teman, kita memang senang diskusi tentang sejarah apapun termasuk sejarah kerajaan-kerajaan. Kebanyakan anak muda jaman sekarang kan pada cuek sama sejarah, tapi kita di sini justru ingin mengembangkan pengetahuan kita tentang sejarah negeri sendiri. Biar nggak buta sejarah, malu juga kalau nggak tahu sejarah negeri sendiri,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here