Traveling : Berwisata di Taman Chathea Kebun Raya Eka Karya Bedugul

3284

Baliinspirasi.com — Berwisata tanpa bisa mengambil manfaatnya hambar. Banyak orang melakukan kegiatan tamasya atau perjalanan ke tempat-tempat wisata disamping tujuannya me-refresh otak yang lagi jenuh karena rutinitas,sekaligus mengenal berbagai kehidupan yang dikunjunginya. Seperti keadaan sosial, budaya hingga alam. Kegiatan wisata alampun, berbagai macam bentuknya.

Salah satunya berkunjung ke Kebun Raya Eka Karya atau sering disebut Kebun Raya Candi Kuning, Bedugul – Bali. Kebun raya ini merupakan kawasan konservasi ex-situ tumbuhan pegunungan tropika kawasan timur Indonesia. Kawasan Kebun Raya yang didirikan oleh putra Indonesia  sendiri tahun 1959, dengan luas pertama 50 hektar. Perkembangannya Kebun Raya yang dikelola oleh lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), secara struktur organisasi berada di bawah pembinaan Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor ini memiliki luas 157,5 hektar, berada di ketinggian 1.250 – 1.450 m dpl.

Gaya wisata ke Kebun Raya Candi Kuning, dengan mengitari kawasan dengan melihat berbagai tumbuhan atau tanaman besar dan kecil, hingga ke tanaman hias, mungkin sudah biasa. Tapi pernahkan berfikir untuk mengamati kehidupan tanaman paku dan lumut.

Bila penasaran coba berkunjung ke Taman Cyathea. Kawasan ini unik, karena terdapat bangunan berbentuk Dinosarus. Dari luar bangunannya terlihat cukup ‘sangar’ dengan mulut besar dan gigi tajam. Tetapi ketika memasuki ruangan di rumah Dinosaurus, nuansa berbuah seperti memasuki dunia di era zaman,kehidupan Dinosaurus. Berbagai jenis Tumbuhan lumut hidup di sana, ditata se natural mungkin ditunjang dengan athmospiere  Kebun Raya yang rindang dan agak gelap , sehingga memberikan nuansa mendekati dari aslinya.

Itulah daya tarik Taman Cyathea seluas 2 hektar tersebut. Di dalam banguan yang dindingnya semua tercover jaring-jaring tersebut terdapat koleksi  jenis tanaman lumut, diantaranya lumut hati, lumut tanduk dan umut sejati. Jenis-jenis lumut ini hidup di ruang tembus udara ini memiliki bentuk berbeda-beda.

Menurut sang Ahli, Bayu Adji,  bangunan unik tersebut dibuat sebagai bentuk protret sejarah, dimana pada jaman Dinosaurus, tanaman yang mendominasi saat itu adalah tumbuhan lumut. Pada jaman Dinosaurus yang dominan adalah tumbuhan lumut dan paku. Pada saat itu tanaman berbunga masih sedikit, satu sampai dua species. Lumut bisa mendegradasi batu-batuan dan menyimpan air sehingga biji-bijian tanaman yang terperangkap di dalamnya bisa tumbuh. Masih menurut Bayu Adji, Kebun Raya ‘Eka Karya’ Bali – LIPI memiliki sekitar 70 jenis lumut. Dimana yang paling banyak adalah lumut sejati. Di rumah Dinosaurus ini juga ada jenis lumut langka yang sangat sulit ditemui.

Meskipun Taman Cyathea ini dirancang sedemikian rupa  dengan rumah Dinosaurusnya tetapi bukan berarti Taman Paku Pohon ini menarik perhatian pengujung. Menurut peneliti ini, masyarakat lokal masih kurang paham terhadap jenis tanaman yang memiliki sejarah panjang di bumi ini. Pengunjung yang datang ke taman ini justru wisatawan asing, mereka ingin mengetahui tentang bagaimana sejarah tumbuhan paku dan  lumut yang ada di Taman Cyathea ini.Alit R/BI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here