Tanpa Berhutang, Gubernur Bali Gandeng CDB Bangun Infrastruktur

40
Gubernur Pastika berkesempatan menyerahkan cinderamata kepada Presiden CDB, peserta Konferensi. Zhine Zheng

Gubernur Provinsi Bali Made Mangku Pastika penuhi undangan Konferensi Bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Rakyat Tionkok, yang berlangsung Senin ( 20/11) di kantor Pusat China Development Bank,(CDB) Beijing.
Selain Bali, diundang pula lima provinsi lainnya di Indonesia yakni Maluku, Maluku Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara dan Sumatera Utara.Acara dibuka Presiden CDB Mr. Zhine Zheng.
“ Konferensi ini diharapkan mempercepat program bantuan CDB untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia termasuk di Bali, “ jelas Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra, SH, MH dalam siaran persnya, Senin (20/11) Ia menambahkan hal ini sejalan dengan program poros maritim yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo.
Dewa Mahendra mengatakan, Konferensi akan mempercepat penyelesaian masalah ketimpangan pembangunan yang selama ini terjadi di Bali, “ Pertemuan ini akan berdampak positif terhadap pembangunan infrastruktur dan masa depan perekonomian di Bali, khususnya daerah-daerah yang membutuhkan pembangunan seperti Bali Utara, Barat dan Timur, “ paparnya.
Apalagi pertemuan dihadiri perwakilan pemerintah dan unsur bisnis kedua Negara, sekaligus menindaklanjut dari kunjungan petinggi CDB ke Indonesia Agustus lalu, dimana salah satunya dilakukan pertemuan di Nusa Dua, Bali dihadiri Menko Maritim Luhut Panjaitan.
Sebelumnya itu,jelas Mahendra, Gubernur Pastika sudah memaparkan potensi peluang bisnis di Bali, khususnya di luar Bali Selatan. Ia memastikan proyek infrastruktur ini nantinya tidak akan menambah utang negara karena dikerjakan dengan pola B2B (business to business),“ Proyek infrastruktur ini akan dikerjakan dengan format kerjasama “bisnis to bisnis” antar kedua negara difasilitasi CDB, sehingga tidak menjadi utang negara,” imbuhnya.. ( Nani )