Tanam Sejuta Bambu

169
Presiden dan CEO Jhon Hardy, Robert Hanson bersama Ketua DPD PUTRI Bali, Inda Trimafo, dan Bupati Badung Ketut Suiasa, serta mantan Bupati Badung, AA Gede Agung, usai penanaman bibit Pohon Bambu, di Desa Baturning, Abiansemal, Jum,at lalu.

Wabup.Badung Apresiasi Jhon Hardy Jewelry Pengusaha Peduli Lingkungan.
Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, mengapresiasi tinggi terhadap pengusaha di Kab. Badung yang peduli lingkungan terutama penanaman pohon yang memberikan kesegaran udara, dan melindungi hutan untuk mencegah longsor atau banjir dikawasan Desa Baturning, Mambal,Kec. Abian Semal Badung, yang sejak beberapa tahun menanam 1 juta Pohon Bambo.
Apresiasi ia sampaikan kepada salah satu Pengusaha Jhon Robert Hardy Hanson,yang memproduksi perhiasan merk high-end berpusat di Mambal,Kec. Abiansemal,Badung,”merupakan wujud nyata perusahaan ikut menjaga kelestarian lingkungan,kareba bambu banyak memiliki keuntungan untuk lingkungan dan masyarakat terutama udara bersih ( perindang),air bersih dan melindungan hutan , bambu meiliki sifat yang kuat dan tahan lama dan di Bali digunakan untuk bangunan,kerajinan, bahan upacara”kata Wabup Suiasa.
Wabup Suiasa pun, pada Jum’at lalu bersama CEO Jhon Hardy, dan Ketua Persatuan Usaha Taman Reaksi, IGAA Inda Trimafo Yudha, serta Mantan Bupati Badung, Anak Agung Gede Agung, berkesempatan menanam bibit Bambo,yang ke 1 juta pohon, di area Jhon Hardy Workshop & Boutique,desa Baturning.
Ketut Suaisa, kepada media mengatakan, kepedulian Jhon Hardy menjaga lingkungan perlu diikuti pengusaha swasta lainya. Karena selama ini,Bali harus mendatangkan bambu dari luar pulau lain di Indonesia, “ Usaha yang dilakukan Jhon Hardy penanaman, melibatkan masyarakat lokal dengan cara memberi bibit, dan pelatihan secara berkelanjutan akan memberikan keuntungan terhadap lingkungan dan masa pertumbuhan dan pendapatan ketika panen, “ kata Suiasa.Untuk itu Pemkab. Badung mengapresiasi positif kepedulian Jhon Hardy .
Penanaman itu sebagai bentuk perayaan 10 tahun dilaksanakannya program “ Wear Bamboo Plant Bamboo” (kenakan bambu dan tanam bambu).Melalui program ,penanaman bibit bambu dilakukan dengan menyisihkan hasil penjualan perhiasan Jhon Hardy,koleksi Bambu untuk mengkover emisi karbon serta menyediakan udara segar dan air bersih bagi masyrakat dan lingkungan.
Robert Hanson selaku Presiden dan CEO didampingi Public Relations Manager, Sang Ayu Putu Sri Utami, Jhon hardy hadir di Bali tahun 1975,dengan memproduksi perhiasan kreasi keindahan berkelas tertinggi melalui perhiasan hasil kerajinan tangan dibuat seniman berkarakter kuat,dramatis dan menginsiparasi,kerajinan-kerajinan dengan menggunakan perpaduan teknik-tekni tradisional dan inovasi modern.
Jhon Hardy merupakan eksportir berbagai jenis perhiasan terbesar dari sepanjang tahun, “ Kami terus menaikan penetrasi pasar, dengan mengembangkan sayap merambah lebih banyak pasar Asia, dengan meningkatkan kerjasama berbagai pihak,terutama dikawasan Tiongkok, “ jelas Robert Hanson, Kemitraa ini digagas lantaran pernjualan handicraft di pasar Asia meningkat. Setiap tahun ekspor perak untuk ritel dan eceran menapai USD 200 Juta, sedangkan nilai ekpor untuk wholesale sebesar USD 100 juta.
Lanjut Robert, dalam satu tahun ekspor perak untuk ritel dan eceran mencapai USD 200 juta. Sedangkan nilai espor untuk wholesale (grosir) mencapai USD 100 juta.
Ia mengataka, sampai saat ini ekspor perhiasan Jhon Hardy lebih banyak ke Amerika, Kepulauan Karibia, Kanada, dan Asia termasuk Indonesia, “ Workshop kami di Bali memperkerjakan 720 karyawan yang memiliki keahlian mendesain sangat detill berbagai perhiasan,dari perak,logam,emas dan Titanium,dengan berbagai motif termasuk Bambu, “ jelas Robert Hanson.yang sudah 4 tahun menjabat sebagai Presiden dan CEO Jhon Hardy. ( Nani )