Perkuat Sinergi, Bank Mandiri dan Taspen Tunjuk Direktur Bank Mantap dan Suntik Dana Rp 200 Miliar

23

PT Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) Senin ( 9/10 )dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) memutuskan menetapkan Iwan Soeroto sebagai Direktur menggantikan posisi sebelumya dijabat Ihwan Sutardiyanta yang bertugas sebagai Direktur PT Pos Inonesia. Sebelumnya, Iwan Soeroto adalah Sekretaris PT Taspen (Persero).
Penunjukkan Direktur dari Taspen, perwujudan sinergi BUMN antara Bank Mandiri dan Taspen sebagai perusahaan induk dan langkah strategis memperkuat kolaborasi Bank Mantap dengan perusahaan induk. RUPS LB juga menyetujui dan mengesahkan penyertaan modal perusahaan induk serta perubahan nama perusahaan dari sebelumnya PT Bank Mandiri Taspen Pos menjadi PT Bank Mandiri Taspen.
Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso,usai RUPS kepada wartawan menjelaskan, pemilik saham (owner) telah menyetorkan modal kepada Bank Mantap yang akan digunakan perseroan untuk ekspansi bisnis, khususnya untuk infrastruktur digital pada tahun 2018.
Bank Mandiri telah menyetorkan sebesar Rp 119 miliar dan Taspen Rp 81 miliar sesuai kebutuhan modal perseroan sebesar Rp 200 miliar salah satunya memperkuat layanan digital Bank Mantap tahun 2018 seperti mobile banking dan lain – lain, “ RUPS LB juga menyetujui perubahan nama perusahaan disesuaikan dengan pemilik saham saat ini yaitu Bank Mandiri dan Taspen. Perseroan akan melakukan salah satu perubahan materi branding yaitu logo perusahaan, akan tetapi kita tidak merubah nickname perusahaan yaitu Bank Mantap yang sudah akrab dengan public,” jelas Jos.
Kuartal III 2017, Laba Bersih Bank Mantap Tumbuh 172,7 Persen.
Hingga September 2017, Bank Mantap berhasil membukukan laba sebesar Rp 153 miliar (sebelum pajak), sementara laba bersih perseroan pada periode tersebut tercatat sebesar Rp 110 miliar, tumbuh 172,7 persen dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu.
Direktur Bank Mantap Nurkholis Wahyudi menjelaskan pertumbuhan laba Bank Mantap hingga kuartal ketiga tahun ini menunjukkan bahwa kinerja perseroan semakin membaik di tengah situasi makroekonomi dan daya beli masyarakat yang belum kondusif, “Kami bersyukur hingga September tahun ini kredit yang disalurkan Bank Mantap mencapai Rp 9,15 triliun,” paparnya saat menyampaikan kinerja perseroan untuk posisi kuartal III/2017.
Kredit Bank Mantap hingga September 2017 melonjak 108,4 persen dibandingkan dengan kuartal ketiga tahun lalu yang mencapai Rp 3,56 triliun. Nurkholis menjelaskan pertumbuhan kredit Perseroan dimotori oleh segmen pensiunan yang meningkat 368,7 persen secara yoy menjadi Rp 6,99 triliun, dengan rasio NPL Kredit secara keseluruhan yaitu 0,62 persen.
Pada periode yang sama dari penyaluran kredit UMKM tumbuh sebesar 184,9 persen menjadi Rp 6,90 triliun, sedangkan kredit non UMKM mencapai Rp 2,25 triliun atau tumbuh sebesar 97 persen secara yoy. Pertumbuhan laba perseroan disamping ditopang laju kredit juga berhasil melakukan efisiensi operasional sehingga menurunkan rasio BOPO dari 85,61 persen menjadi 84,85 persen dan biaya atas pendapatan ( CER) dari 72,72 persen menjadi 65,33 persen” tutup Nurkholis.
Direktur Bank Mantap Muhamad Gumilang menjelaskan sampai dengan September 2017 posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan mencapai Rp 8,72 triliun, meningkat sebesar 108,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.
Komposisi DPK Perseroan masih didominasi oleh deposito yaitu sebanyak 82,3 persen disusul oleh tabungan 17,3 persen dan giro sebesar 0,4 persen. Pada periode yang sama, fee based income Bank Mantap juga tumbuh 309,3 persen menjadi Rp 113,3 miliar secara yoy. Sementara rasio LDR perseroan berada pada kisaran 85,44 persen dan CAR mencapai 20,73 persen.
“Secara keseluruhan, pertumbuhan kinerja perseroan terlihat dari posisi asset yang tumbuh 152,7 persen dibandingkan dengan posisi September tahun lalu dari Rp 5 triliun menjadi Rp 12,65 triliun,” ungkap Gugie. ( Nani )