Pembeli Lukisan Kamasan Didominasi Masyarakat Lokal

1083

Lukisan Kamasan yang merupakan salah satu seni lukis klasik yang ada di Desa Kamasan Klungkung Bali. Dimana lukisan yang diperkirakan sejak abad ke 17 ini sangat mudah dikenali dengan dasar warna cokelat muda.

Untuk menuju Desa Kamasan ini sangat mudah karena dekat dengan pusat Kota Semarapura, Klungkung. Dari Denpasar ke desa ini sekitar 43 km tepatnya dekat dengan pantai Klotok atau pantai Jumpai ± 3 km.

Dalam lukisan ini, unsur seni dan makna filosofis yang diambil dari Ramayana dan Mahabharata, termasuk juga cerita-cerita rakyat bali menjadi tema dalam lukisan ini.

Namun pasca serangan teroris di Francis November 2015, wisatawan yang membeli lukisan ini berkurang. Kadek Natha salah satu pelukis Wayang Kamasan di Banjar Sangging mengungkapkan, pesanan saat ini didominasi oleh masyarakat local.

“Selain untuk hiasan hotel, restaurant, rumah, mereka memesan biasanya untuk  hiasan Pura.” Kata Kadek yang melukis wayang Kamasan di lobby Mapolda Bali.

Kadek juga menggungkapkan bahwa, Mantan Menteri Yuzril Izha Mahendra juga pernah membeli lukisan di rumahnya. Seingatnya, tak kurang dari empat lukisan diboyong oleh mantan Menteri tiga kali kelahiran  5 Pebruari 1956 di Kampung Lalang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur.

“Saat itu beliau datang kesini setelah selesai mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di Bali”. Kata Natha.

Di desa ini tidak hanya seni lukisan saja yang ada. Banyak barang-barang seni seperti; kerajinan pretima/patung dari uang kepeng, emas, perak serta beraneka kerajinan seni lainnya yang ditawarkan langsung dari pengerajin, yang dipajang di etalase depan rumah. Dimana para pengerajinan membuat semacam artshop untuk memajang hasil-hasil karya seninya.

lukisan kamasan 2Alt