Gunung Agung Erupsi Gubernur Pastika Khawatirkan Dampak Bagi Kehidupan Masyarakat dan Pariwisata Bali

34

Meningkatnya status Gunung Agung menjadi Awas (level IV) ,yang sudah memasuki fase erupsi magmatik yang ditandai dengan terjadinya letusan terus menerus dan memuntahkan abu vulkanik serta mengalirkan Lava Dingin, menjadi perhatian serius Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Ia sangat mengkhawatirkan dampaknya bagi kehidupan masyarakat dan pariwisata Bali.
Hal tersebut disampaikan saat melakukan peninjauan ke Pusat Pengamatan Gunung Agung di Kecamatan Rendang, Karangasem, Senin(27/11), “ Saat ini kita tidak usah khawatir soal dana dan logistic, yang dikhawatirkan dampak kedepannya bagi kehidupan masyarakat dan pariwisata Bali, kalau soal logistic dan dana kita cukup untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi nanti dan pemerintah pusat siap membantu,” tegas Pastika.
Hasil pantauan pos pengamatan, sudah terjadi letusan terus menerus dan mengeluarkan abu vulkanik sangat berbahaya bagi kehidupan manusia dan bahkan transportasi udara, “ Kondisi seperti ini bisa mencapai 1 bulan dan memiliki dampak yang sangat panjang, dan kita tidak tahu kapan akan kembali normal,” terang Pastika.
Saat ini, ia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan waspada serta mengikuti arahan petugas sehingga mampu meminimalisir dampak yang terjadi akibat dari letusan tersebut. Ia juga menghimbau kepada awak media agar tidak berlebihan dalam memberitakan kondisi dari Gunung Agung sehingga tidak memberikan kesan yang seram bagi wisatawan yang berada di Bali.
Gubernur Pastika juga meninjau kesiapan Posko Pusat Bancana Gunung Agung di Tanah Ampo, Manggis, Karangasem. Ia perintahkan, agar kegiatan di posko tersebut diaktifkan kembali guna memberikan layanan yang lebih terkoordinir, “ Anggaran untuk penanggulangan bencana sudah bisa dikeluarkan diharapkan agar segera dimanfaatkan dengan sebaik – baiknya, “ kata Pastika.
Kepada seluruh stakeholder penanganan bencana tersebut, ia minta agar merinci kembali logistic apa saja yang diperlukan agar bisa segera diajukan ke pusat. Diharapkan, dukungan dari pihak TNI dan Polri segera mensterilkan wilayah – wilayah terdampak guna meminimalisir korban mengingat masih ada masyarakat belum mau mengungsi,karena letusan dinilai masyaralat setempat, belum keras.
Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumantri menjelaskan, saat ini warganya yang sudah mengungsi mencapai 57.000 orang yang tersebar di beberapa Kab. Saat ini, kata Ayu Sumantri, masyarakatnya sudah lebih mengerti daripada sebelumnya, sehingga tidak ada lagi kepanikan saat pelaksanaan evakuasi pengungsi.

Tinjau Bandara Ngurah Rai
Ditempat terpisah Wagub. Bali I Ketut Sudikerta juga meninjau Bandara I Gst. Ngurah Rai, yang telah ditutup seiring meningkatnya aktivitas Gunung Agung ke level “awas” per 27 November 2017 sejak Pukul 07.00 Wit ,yang berdampak pada lalu lintas penerbangan di Bandara,yang direncanakan sampai Selasa 28-11- 2017.
Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XII Prov. Bali – Prov. NTB Agung Hartono, dalam konferensi persnya, dihadiri Wagub.Bali Ketut Sudikerta, di Kantor Angkasa Pura I (persero)Tuban, Badung Senin (27/11), “ Hasil pemantauan dari BMKG dan observasi langsung di Bandara Ngurah Rai, ditemukan vulkanik diarea sekitar Bandara, baik di sekitar Apron (parkir Pesawat), maupun di area Run Way (landasan pesawat). BMKG menyebutkan, arah abu vulkanik diperkirakan menuju daerah selatan akan menggangu lalu lintas penerbangan. Untuk itu pihaknya menutup sementara bandara selama 24 jam, namun setiap 6 jam sekali akan dilakukan evaluasi terkait adanya abu vulkanik di area Bandara.
Berbagai kegiatan antisipasi dampak penutupan bandara ini sudah dilakukan, seperti penyediaan bus untuk alih moda transportasi para calon penumpang dengan tujuan Terminal Mengwi dan Pelabuhan Padang Bai. Menyediakan pusat informasi layanan Refund dan Rescedule Tiket, counter khusus konsulat untuk melayani kebutuhan warga negaranya masing-masing, memberikan layanan tambahan berupa minuman dan makanan ringan bagi para penumpang.
Saat ini terdapat pembatalan 445 jadwal penerbangan, dan 10 penerbangan yang melakukan pengalihan pendaratan (divert),“Saya mengapresiasi quick response yang dilakukan otoritas.Kami menghimbau wisman dan domestil tidak panik menghadapi situasi Gunung Agung ini, karena Pemerintah bekerjasama memberikan solusi terbaik, juga menghimbau agar masyarakat mengikuti instruksi yang dikeluarkan pihak terkait dan tidak mengikuti pesan-pesan yang berbau HOAX (palsu) karena hal tersebut akan membuat masyarakat resah,” kata Wagub. ( Nani )