Busana Batik Dapat Pujian Di San Polo D’Enza Italia

101

Batik merupakan kain tradisional khas Indonesia yang namanya sudah mendunia, motif enik yang klasik ini tentu saja disukai banyak orang karena dapat membuat tampilan formal menjadi elegan.namun seiring perkembangan dunia fashion batik tak hanya dapat dikenakan untuk acara-acara formal saja tapi juga bisa dikenakan untuk tampilan kasual sehari-hari, motif batik yang lebih terlihat Chic dan modern ini ditampilkan di Provinsi Reggio Emilia Italia
Kamis malam (21/9).
Menurut Dubes Indonesia untuk Italia Esti Handayani yang sempat diwawancarai via Handphone mengatakan fashion ini bagian dari promosi kita. tapi kali ini kita sedang mengadakan pekan collour ful Indonesia dengan berbagai kultur kita yang berbeda-beda acara ini ditampilkan dari batik Chic galeri dan kebetulan batik Chic galeri membawa koleksi batik Jambi dan Eco batik. Eco batik artinya semua yang memakai batik nuansanya modern disertai daun-daun yang ada di Indonesia termasuk menggunakan pewarna alam itu yang kita perkenalkan dengan sistim membatik tradisional tetap bisa Go Internasional dengan selera Internasional jadi itu konsepnya yang dipamerkan oleh batik Chic selain khas tradisi batik dari Jambi, desainer Novita Yunus juga membawa Eco fashion yang menggambarkan daun-daun yang ada di Indonesia dengan sistim pewarnaan alam. karena konsep dari desainer ini sama dengan yang kita perkenalkan maka kami sangat cocok untuk mengundang ibu Novita Yunus.

Dubes RI berharap agar peragaan busana batik sebagai warisan budaya Indonesia yang juga dapat dipakai pada berbagai kesempatan ini dapat semakin memperluas pemahaman masyarakat Italia mengenai Indonesia.Melalui promosi ini, masyarakat Italia semakin tertarik untuk berkunjung maupun berbisnis dengan Indonesia,Selain peragaan busana batik, pertunjukan lain ditampilkan penari Ade Dyah yang datang dari Milan, dengan membawakan tarian Kebyar Serimpi dan Kuda-kuda dari Yogyakarta. Acara ini terselenggara berkat kerja keras WNI di kota San Polo D’Enza, Eny Sariyati Thalib dan penata rambut Italia, Alberto Solimei.

Sementara itu Novita Yunus desainer batik mengatakan, Sebenarnya event ini bekerjasama dengan KBRI Roma ada empat fashion show yang ditampilkan pertama di Reggio Emilia kemudian ke Florence kita membuka festival film Indonesia selama dua hari, kemudian dilanjutkan tanggal 25 september acara sarasehan batik dan talk show diwisma duta dan ditutup tanggal 27 September acara resepsi Diplomatik di Roma.
Menurut Novita selama berada di Italia fashion yang kita tampilkan ini berbeda-beda yang di Reggio menampilkan batik Jambi Eco fashion kemudian dilanjutkan dengan batik klasik Solo dan Jogya, ada juga tenun dari Kabupaten Garut masih konsep dari Eco fashion. Harapan saya Batik itu Memang awalnya sudah berkembang diluar negeri. Saat ini kita ingin memperkenalkan batik-batik nusantara jadi kita desain dan diolah sehingga bisa diterima dipasar internasional.

Acara peragaan busana yang dibuka Walikota San Polo D’Enza Mirca Carleti merasa senang atas kehadiran Duta Besar RI yang membawa misi budaya melalui fashion show batik dikotanya. Walikota juga sangat mengagumi keberagaman kekayaan Indonesia
Carletti juga mengaku mengagumi keberagaman yang menjadi kekayaan Indonesia.
Dia melihat pertunjukan pada malam itu sangat bermakna karena bertepatan dengan hari perdamaian internasional yang diperingati setiap tanggal 21 September.(bob)