Ajang Promosi Pariwisata Indonesia Sukses Meraih Transaksi Bisnis 9,4 Triliun

1280

Bali and Beyond Travel Fair 2015

Baliinspirasi.com — Pergelaran acara akbar yang bertujuan meningkatkan tingkat kunjungan sektor pariwisata di Indonesia sangat gencar dilakuan berbagai pihak dan elemen masyarakat Indonesia. Salah satu pergelaran tersebut adalah Bali and Beyond Travel Fair ( BBTF 2015, yang baru saja terselenggara selama 4 hari Rabu – 13 (11 – 13 /06) lalu, dibuka  Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta di Nusa Dua, Bali.

Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) adalah acara pameran pariwisata tahunan yang diadakan setiap bulan Juni berkenaan dengan Pesta Kesenian Bali. BBTF sendiri bertujuan sebagai ajang promosi tidak hanya bagi pariwisata di Bali namun juga wilayah-wilayah lain di Indonesia. Pada tahun ini, BBTF mencatat telah berhasil mempertemukan 176 penjual dari Bali dan beberapa wilayah lain di tanah air seperti Toraja, Makassar, Flores, Lombok, Sumbawa, Kepulauan Riau, Tanjung Putting, dan lainnya, dengan 171 pembeli yang datang dari 28 negara.

Pada Konferensi Pers acara pembukaan BBTF 2015, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Luar Negeri, Profesor I Gede Pitana mengatakan, “Menteri Pariwisata berharap BBTF menjadi acara tahunan yang nantinya akan melibatkan penjual dari luar negeri juga.Kementerian Pariwisata menjadikan BBTF sebagai Pilot Project sebagai event promosi terbesar di Indonesia,yang mampu men sejajarkan seperti  ITB Berlin dan event serupa di dunia Internasional, “ tandas Gede Pitana.

BBTF 2015 yang diadakan empat hari berturut-turut ini telah dijadwalkan khusus untuk pertemuan penjual dan pembeli yang sudah diatur jauh hari sebelum acara berlangsung. Aktivitas pertemuan antara penjual dan pembeli tersebut telah mulai berlangsung sejak hari Selasa (10/06). Sementara di hari keempat, Sabtu (13/06), expo dibuka untuk umum agar memberikan kesempatan kepada konsumen untuk bertemu langsung dengan penjual dan mendapatkan informasi mengenai tujuan wisata yang ada di Indonesia.

“Para pembeli di BBTF 2015 ini lebih berkualitas. Walaupun jumlah pembeli yang datang lebih sedikit dibandingkan tahun lalu, namun pembeli yang ada saat ini menunjukkan ketertarikan untuk tahu lebih mendalam mengenai tujuan wisata yang ditawarkan dan serius ingin berbisnis,” ujar Girda Safitri, Marketing Manager Flores Destination Management Organization. Pendapat serupa turut dilontarkan oleh Merita Ekawaty Mustika, Kepala Seksi Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Makassar, “Acara seperti ini bermanfaat bagi pariwisata kota kami. Ada beberapa pembeli dari Amerika dan Malaysia yang menunjukkan keinginan yang kuat untuk mengunjungi Makassar. Melalui Expo ini mereka mengetahui bahwa Makassar juga memiliki objek wisata yang menarik untuk dikunjungi,” ungkap Merita.

Ian Garrit, Direktur Venture Holidays Australia mengaku mendapat banyak informasi mengenai wilayah dan produk pariwisata di luar Bali. “Saya akan memasukkan produk-produk di luar Bali sebagai perjalanan wisata tambahan. Bagaimanapun juga konsumen perlu diberikan pengetahuan mengenai wilayah menarik lain di luar Bali,” Jelas Garrit.

I Ketut Ardana, Ketua Pelaksana dari BBTF 2015, membenarkan adanya penurunan peserta, namun transaksi yang tercatat tahun ini lebih tinggi dibanding dengan acara tahun lalu. Ardana mengungkapkan bahwa penurunan peserta tercatat sebanyak 30% sedangkan transaksi meningkat dari 6,291 triliun menjadi 9,478 triliun dibanding tahun lalu.

“Hal ini membuktikan bahwa strategi yang dilakukan panitia BBTF tahun ini memang menghasilkan kualitas yang lebih baik bagi penjual dan pembeli,” tambahnya.Kedepan, lanjut Ardana pemerintahan daerah di Indonesia,memanfaatkan,BBTF sebagai ajang promosi.Karena sebagian besar negara dibelahan dunia,tidak begitu mengenal destinasi wisata di Indonesia, kecuali Bali, “ Sangat disayangkan,kalau event yang sudah ditetapkan sebagai Pilot Project Promosi Wisata – BBTF bagi Indonesia, tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh daerah lain, “ tandas Ketut Ardana.

Tom Menemil dari National Product Development Manager Exhange Travel  Swedia, mengatakan, kedatangannya dalam BBTF sangat mengejutkan pihaknya.Karena dalam BBTF banyak hal dan potensi wisata,yang sangat layak dikunjungi,seperti NTB dan Raja Ampat serta Daerah lain di Jawa – Jateng, “ Saya melihat ada nilai plus destinasi di Indonesia,selain budaya,alam dan kuliner serta infrastruktur,adalah keramah tamahan penduduknya yang relatif tidak ditemukan di negara lain, “ ungkap Tom.

BBTF pertama diselenggarakan pertama kali 2014 lalu,yang menjadi tolak ukur kualitas event serupa di tanah air. BBTF bertujuan meningkatkan promosi pariwisata nusantara dengan membawa pembeli potensial dan pelaku bisnis pariwisata Indonesia dalam satu forum.

Untuk pelaku bisnis dan pembeli potensial dari seluruh dunia, BBTF memfasilitasikan janji temu terjadwal serta sesi bisnis bagi mereka untuk membicarakan kerja sama jangka panjang untuk pelaku perjalanan wisata serta bisnis. Perusahaan seperti agen wisata, hotel dan resor, pesiar, penyelenggara acara, gedung pertemuan serta perusahaan terkait dapat memanfaatkan sesi janji temu untuk meningkatkan eksistensi mereka di pasar Indonesia serta Asia Pasifik. Selain itu BBTF juga menawarkan aktivitas wisata bagi para delegasi, menjadikannya pameran pariwisata yang paling komprehensif di Asia Tenggara. ( Nani )

Keterangan Foto  :

  • Ketua Panitia BBTF 2015 , Ketut Ardana, bersama Wagub.Bali I Ketut Sudikerta didampingi Kadisparda Bali, dan Staf Ahli Kementerian pariwisata Gde Pitana,saat memberikan keterangan pers.
  • Buyers dan Sellers , saat bertransaksi paket wisata yang ditawarkan dalam BBTF 2015, di Nusa Dua, Bali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here